Bab Empat Puluh Delapan: Dunia yang Akan Hancur
“Di mana ini?”
Saat Zhao Xiong kembali membuka mata, ia menyadari dirinya tidak lagi berada di sirkus, melainkan terjebak di sebuah ruang lain yang gelap gulita dan hampa. Seolah-olah ia telah meninggalkan dunia nyata, tidak merasakan tanah di bawah kakinya, seakan di bawah sana menganga jurang tak berdasar yang dalam dan kelam. Namun, ia tetap bisa berdiri tegak dengan stabil, tanpa perlu menghirup udara, dan anehnya tidak merasa sesak.
“Aku ingat ada sesuatu yang telah menelan kesadaranku.”
Zhao Xiong berusaha mengingat kejadian sebelumnya. Apa yang disebut sebagai “Dewan Darah” telah memaksanya datang, menyeret kesadarannya ke ruang misterius ini.
“Apakah ada orang di sini?”
Zhao Xiong berusaha berbicara, namun tidak bisa mengeluarkan suara. Di tempat ini, seperti tidak ada medium untuk suara menyebar.
Ruang asing ini benar-benar hampa kehidupan, bak negeri kematian yang sunyi, hanya diselimuti kegelapan pekat.
Tiba-tiba, entah sudah berapa lama berlalu, atau mungkin baru sesaat, sesuatu mulai berubah di sekelilingnya.
Kegelapan tanpa batas itu perlahan surut, laksana tirai malam yang ditarik, memperlihatkan sebuah balairung agung yang amat besar. Cahaya darah dan api menerangi langit-langit, lantai dari obsidian membuat Zhao Xiong kembali merasakan pijakan yang nyata.
Di atas balairung raksasa itu, penghalang berupa simbol-simbol aneh melindungi sekeliling, memisahkan kegelapan luar yang tampak hidup, berusaha merangsek masuk namun tak mampu menembus benteng tersebut. Seluruh bangunan seolah-olah berakar di ruang hampa yang mati ini.
Balairung raksasa itu kosong melompong, dari lantai sesekali menyembur darah dan kobaran api, tak ada satu meja pun, hanya di ujung balairung berdiri tiga patung kepala monster yang besar dan menyeramkan.
Api menyala-nyala di dalam rongga kepala patung itu, mata mereka yang hitam legam seolah menatap Zhao Xiong lekat-lekat, membuatnya merasa seperti tengah diawasi makhluk hidup.
“Jadi ini markas Dewan Darah? Kenapa terasa murahan sekali,” pikir Zhao Xiong tanpa bisa menahan diri.
Sedikit pun tidak ada kesan megah; paling tidak, seharusnya ada meja panjang raksasa dan deretan kursi tinggi yang diukir dengan simbol-simbol misterius. Tapi di sini, bayangan makhluk pun tak tampak.
“Selamat datang, karena telah dengan sukarela bergabung ke dalam Dewan Darah, menjadi anggota ketujuh dewan.”
Sebuah suara serak menggema dari salah satu patung itu.
Suaranya aneh, berat dan kaku, seperti suara penerjemah tak berjiwa.
Sukarela apanya, aku bahkan tidak tahu apa kalian ini sebenarnya, kalianlah yang menyeretku ke sini, pikir Zhao Xiong, mengumpat dalam hati. Namun ia tidak membantah secara langsung, karena itu tidak ada gunanya.
Jika pihak lawan bisa menarik kesadarannya secara paksa ke sini, berarti kekuatan mereka jauh di luar nalar, membantah pun percuma.
Namun Zhao Xiong tetap tenang, ingin melihat apa yang sebenarnya diinginkan oleh makhluk ini. Toh, kalau niat mereka hanya membunuh, tak perlu repot-repot dengan semua sandiwara ini.
“Aku adalah Ketua Dewan Darah.”
Patung itu berkata, “Dalam rentang waktu yang tak terhitung, Dewan Darah telah menyaksikan kehancuran tak terhitung banyaknya dunia. Kini, duniamu pun akan segera menemui akhir.”
“Kehancuran dunia tempatmu tinggal adalah keniscayaan. Tidak ada satu pun yang dapat mencegahnya, bahkan memaksa mengubahnya hanya akan mempercepat kehancurannya.”
“Oh.”
Sombong sekali, pikir Zhao Xiong.
Saat itu ia sudah bisa bicara. Setelah berpikir sejenak, ia bertanya, “Jadi kau ingin menyelamatkan atau menghancurkan dunia?”
“Tidak.”
Patung itu melanjutkan, “Proses dunia tidak membutuhkan campur tangan luar. Baik kehancuran maupun kelahiran kembali, semuanya bergantung pada pilihan makhluk hidup di dalam dunia itu sendiri.”
“Oh.”
Zhao Xiong tidak percaya sepatah pun. Kalau memang tidak ingin campur tangan, buat apa menyeretku ke sini? Tinggal menonton saja, bukan?
Benar saja, setelah itu patung itu mulai menunjukkan tujuannya.
“Sebagai Dewan Darah yang memegang tatanan tertinggi, mengundangmu menjadi anggota bukan hanya kehormatan bagimu, melainkan juga sebuah keniscayaan, karena kau adalah salah satu makhluk yang ditakdirkan akan memengaruhi jalannya dunia ini.”
Zhao Xiong tidak membantah, mungkin karena darah Petir Abadi yang dimilikinya membuat dewan ini memberikan perhatian. Bagaimanapun, ia adalah calon setengah dewa di masa depan.
Selain itu, ia tidak bisa memikirkan alasan lain.
Patung itu melanjutkan, “Sebelum dunia yang menuju kematian ini benar-benar hancur, dewan akan mengundang beberapa orang pilihan dari dunia tersebut dan meminta mereka memperoleh sesuatu.”
“Biji Api—kau bisa menganggapnya sebagai zat asal dunia yang sangat khusus—kini tersebar di seluruh pelosok dunia kalian.”
“Itu adalah benda berharga yang akan lenyap bersama kehancuran dunia. Daripada terbuang sia-sia, lebih baik dikumpulkan dan ditukar dengan dewan dalam pertukaran yang setara.”
“Meski kekuatanmu sangat istimewa dan di masa depan akan tumbuh menjadi sangat kuat, masa pertumbuhan yang panjang adalah sesuatu yang tidak bisa kau tanggung, sebab dunia kalian tidak akan bertahan selama itu.”
“Karena itu, kau bisa mengumpulkan Biji Api dan menukarnya di sini. Tentu saja, kami akan memberimu hak memilih, semua keputusan sepenuhnya ada di tanganmu.”
Sudah kuduga, pasti ada udang di balik batu. Ini mau menjadikanku pengkhianat dunia, pikir Zhao Xiong.
Ia langsung paham maksudnya.
Biji Api yang dimaksud jelas adalah inti dari dunia ini. Kalau ia mencurinya dan menyerahkannya pada Dewan Darah, sudah pasti akan mempercepat kehancuran dunia.
Sialan, ini dunia tempatku hidup, di sini ada orang-orang yang kucintai, keluarga, dan saudara-saudara seperjuangan. Di sini juga hidup begitu banyak makhluk yang bernyawa, masak aku harus jadi algojo mereka?
Keterlaluan! Harusnya bayar lebih mahal!
“Apa yang bisa kau berikan padaku?”
“Kekuatan, kekuatan yang bisa membangkitkan darahmu, bahkan cukup untuk membawamu meninggalkan planet rendah yang tandus ini.”
“Kalau begitu, ehm... apa harganya?”
“Harga?” Patung itu berkata, “Ini adalah perdagangan yang adil, pertukaran setara. Dewan Darah mematuhi tatanan kuno. Selama kontrak ditetapkan di sini, tidak ada seorang pun yang bisa melanggarnya.”
“Aku perlu memikirkannya dulu.”
Zhao Xiong tidak langsung menyetujui.
Sebab ia sudah terlalu sering berurusan dengan para penipu. Patung ini hanya menyebutkan pertukaran, tak pernah menjelaskan secara rinci apa itu Biji Api, untuk apa, dan seberapa sulit memperolehnya. Bagaimana jika ia gagal mendapatkannya?
Lagipula, makhluk ini selalu meremehkan dunia ini, menyebutnya tandus dan rendah, tapi tetap saja terpikat pada asal dunia. Jelas omongannya tak bisa dipercaya.
Tiba-tiba, beberapa pilar cahaya hitam muncul di tengah balairung, bayangan samar tampak di dalamnya.
“Tak perlu terburu-buru,” kata patung itu. “Hari ini adalah hari pertemuan dewan, biarkan kau berkenalan dengan anggota dewan dari dunia ini.”
Zhao Xiong mengalihkan pandangannya. Ia ingat patung itu tadi bilang ia adalah anggota ketujuh, berarti sebelumnya sudah ada enam anggota. Tapi mengapa hanya ada lima pilar cahaya?
Seiring pilar-pilar cahaya hitam itu lenyap, lima sosok muncul di balairung.
Seorang gadis kecil yang tingginya baru sebatas betis orang dewasa, seekor burung gagak dengan wajah nakal, seekor rubah yang berdiri tegak, rangka makhluk aneh berbentuk manusia, dan segumpal kabut samar.
Melihat kelima makhluk ini, Zhao Xiong merasa aneh. Inikah yang disebut anggota dewan yang lain?
Selain si gadis kecil, yang lainnya semua tampak tidak wajar.
Tapi, dalam situasi seperti ini, justru manusia cilik itulah yang paling tidak wajar.