Bab 97: Ulang Tahun Gu Wang Hampir Tiba

Aku ini hanya orang biasa! Kenapa kalian menyukaiku? Bulan Purnama Saat Perpisahan 1950字 2026-03-04 23:57:05

Malam itu, Shi Chenchen menyerahkan formulir pendaftaran klub piano yang telah diisi kepada Ou Muqin.

Ou Muqin memeriksa formulir itu, merasa semuanya baik-baik saja, lalu menerimanya tanpa banyak tanya. Ia tiba-tiba teringat betapa hebatnya permainan piano Shi Chenchen hari ini, bahkan sebagai ketua klub piano pun ia merasa harus mengakui keunggulan itu.

Tak disangka, selain mahir bermain gitar, Shi Chenchen juga sangat piawai memainkan piano. Saat mendengar dentingan piano itu, seakan-akan ia terseret masuk ke dalam mimpi yang begitu aneh.

Dalam mimpi, ia mengenakan gaun pesta yang rumit, berdiri di ujung depan aula perjamuan yang mewah, menunduk menyaksikan orang-orang yang menari anggun, berganti-ganti pasangan, dan silih berganti mengadakan konser. Seolah-olah tak pernah merasa lelah.

Barulah saat suara piano berakhir, ia tersadar dari mimpi itu.

Tak urung ia bertanya dengan rasa ingin tahu, “Chenchen, apa kamu pernah belajar piano sebelumnya?”

Shi Chenchen sempat terdiam. Jika ia berkata bahwa ia hanya bisa memainkan satu lagu itu saja, apakah Ou Muqin akan percaya? Ia pun bingung harus menjelaskan bagaimana, karena ia hanya meniru seseorang dalam mimpinya—seorang duyung yang wajahnya persis sama dengannya—saat bermain piano.

Awalnya, ia hanya ingin membuktikan dirinya bisa bermain piano, cukup dengan memainkan satu lagu dengan lancar. Tak disangka hasilnya jauh melampaui harapan—permainannya begitu luar biasa, bahkan ia sendiri merasa sedikit aneh.

Setelah itu, ia mencoba mengingat kembali perasaannya saat itu. Seolah-olah ia kembali ke dunia lain, namun di atas panggung sederhana itu, kini dirinyalah yang bermain piano.

Shi Chenchen tak tahu harus menjawab apa, akhirnya ia hanya berkata, “Dulu kondisi keluargaku pas-pasan, jadi temanku yang melihat aku ingin belajar piano hanya mengajarkan satu lagu ini.”

Mendengar itu, Ou Muqin segera membayangkan latar belakang Shi Chenchen. Dulu keluarganya kekurangan, bahkan untuk bermain piano saja harus menumpang di rumah teman. Teman baiknya pun dengan tulus mengajarinya satu lagu, dan setiap ada kesempatan, Shi Chenchen hanya bisa berlatih lagu itu.

Mungkin setelah itu keluarga Shi Chenchen berhasil secara ekonomi, lalu dengan segala upaya menyekolahkannya di SMA Masuri.

Setelah membayangkan semuanya, Ou Muqin memandang Shi Chenchen dengan tatapan semakin penuh simpati. Tak disangka, keluarga Chenchen dulu begitu sulit. Mulai sekarang, ia harus lebih sering mengenalkan Chenchen pada berbagai hal baru, supaya nanti Chenchen tidak lagi diragukan orang lain seperti hari ini.

Untung saja Shi Chenchen bisa bermain piano, kalau tidak, ia pasti akan sangat kesulitan keluar dari situasi tadi.

Melihat raut wajah Ou Muqin yang tampak prihatin, Shi Chenchen merasa bingung, tetapi karena Ou Muqin tidak lagi menanyai soal piano, ia akhirnya bisa bernapas lega.

Huff—

Satu hari lagi berhasil melewati keraguan orang lain.

Yang penting, sekarang ia sudah bisa masuk klub piano, karena di sana berkumpul para tokoh utama cerita.

Gu Wang memang anggota klub piano, dan Wen Zhi juga sudah lama menjadi anggota, bahkan tahun lalu ia adalah ketua klub. Baru tahun ini jabatan itu diserahkan pada Ou Muqin.

Ou Muqin kembali membuka pembicaraan, “Oh ya, Chenchen.”

“Sebentar lagi ulang tahun Gu Wang, kamu tahu, kan?”

Mata Shi Chenchen sedikit membelalak. Benar juga, sebentar lagi ulang tahun Gu Wang.

Ulang tahun Gu Wang jatuh di pertengahan November, sekitar sebulan lagi dari sekarang.

Saat itu akan menjadi titik penting dalam jalan cerita!

Dalam versi asli, setelah kebenaran kasus Gao Chong terungkap, hubungan Bai Chulan dan Gu Wang ada dalam tahap saling tertarik dan mengagumi, tentu saja hal itu juga memicu kecemburuan para tokoh wanita pendamping.

Karena itu, pada ulang tahun Gu Wang, Bai Chulan akan diundang oleh Lu Qing Tai ke pesta ulang tahun Gu Wang.

Lu Qing Tai adalah teman yang dulu selalu berada di samping Ou Muqin dan suka berpura-pura polos, tetapi dalam kehidupan ini, setelah diabaikan oleh Ou Muqin, Shi Chenchen jarang lagi melihatnya.

Kecuali saat terakhir kali, ketika tiba-tiba ia terjatuh di depan Shi Chenchen dan pura-pura malang.

Namun di kehidupan ini, Bai Chulan tidak lagi terlibat masalah dengan Gu Wang gara-gara peristiwa Gao Chong.

Selain pertemuan di perayaan seratus tahun sekolah, di mana Gu Wang menonton pentas Bai Chulan, keduanya tidak pernah lagi berinteraksi.

Ditambah lagi, karena komentar aneh Gu Wang di pertandingan terakhir, Lu Qing Tai kini mengalihkan perhatian pada Shi Chenchen.

Dengan begitu, di kehidupan ini Bai Chulan mungkin tidak akan diundang Lu Qing Tai ke pesta ulang tahun Gu Wang.

Tapi, itu tidak boleh terjadi!

Tanpa tokoh utama wanita, bagaimana cerita di pesta ulang tahun itu bisa berkembang?

Dalam cerita asli, di pesta ulang tahun Gu Wang, Bai Chulan mengenakan gaun yang dipinjam dari Lu Qing Tai.

Di pesta itu, resleting samping gaun Bai Chulan tiba-tiba rusak dan sedikit memperlihatkan tali pakaian dalamnya, membuatnya mempermalukan diri di depan umum pada pesta ulang tahun Gu Wang.

Setelah itu, Gu Wang membawa Bai Chulan ke ruang ganti dan memberinya gaun yang lebih indah.

Akhirnya, saat Bai Chulan keluar dengan gaun baru, ia langsung memukau seluruh ruangan.

Itu adalah titik penting dalam perkembangan hubungan Bai Chulan dan Gu Wang, yang sejak saat itu semakin erat.

Selain itu, kejadian itu juga menjadi awal cerita, ketika Bai Chulan mengembalikan gaun, ia tanpa sengaja bertemu dengan selingkuhan ayah Gu Wang.

Namun sekarang, tanpa gangguan dari Lu Qing Tai, cerita ini pasti tidak akan berjalan sesuai rencana.

Shi Chenchen sangat bingung, dengan perkembangan seperti ini, apa yang harus ia lakukan?

Masa harus memberikan Bai Chulan gaun rusak supaya ia mempermalukan diri di depan umum?

Belum lagi, belum tentu Gu Wang akan membawa Bai Chulan ke ruang ganti seperti dalam cerita asli.

Lagi pula, membuat seseorang dipermalukan di depan umum, Shi Chenchen benar-benar tak sanggup melakukannya!

Lebih baik jangan, deh.