Bab Lima Puluh Enam: Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya
Bayangan itu kabur.
Ia kabur dengan sangat tegas. Bahkan, saat ia menghilang, Gu Yun bahkan belum sempat menyeberang jalan.
Wang Lu justru gagal kabur. Pemilik warung yang datang membawa pisau berhasil menghentikannya dan secara alami memasukkannya ke dalam daftar orang yang makan tanpa membayar.
Namun, untuk sepersekian detik, ia seolah melihat bayangan itu melakukan tindakan yang tidak biasa. Lengan bayangan yang terentang tampak seperti ingin menghentikan kedua orang yang datang dari arah berlawanan, bukannya berniat mencelakai mereka.
Terlebih lagi, setelah bayangan itu menghilang, kecepatan berkumpulnya hawa hitam tidak hanya tidak melambat, tetapi justru bergejolak semakin hebat.
Hal ini membuat Wang Lu mau tidak mau teringat akan insiden yang terjadi di gedung olahraga. Gu Yun berkata bahwa saat itu tidak ada bayangan yang muncul, dan semuanya tampak seperti kecelakaan biasa.
Bahkan para pekerja yang datang kemudian untuk menyelidiki menyatakan bahwa pagar yang jatuh itu hanya karena sudah tua dan kurang perawatan.
Ia merasa ada sesuatu yang terasa aneh.
"Cepat bayar, atau aku panggil polisi."
Pemilik warung yang memasang wajah garang memotong lamunan Wang Lu.
………………
"Kak, kenapa kamu datang?"
Gu Tian Tian menatap Gu Yun dengan bingung karena nekat menyeberang jalan dengan terburu-buru. Ini adalah tindakan yang sama sekali tidak dianjurkan untuk ditiru oleh anak-anak.
"Kalian tidak melihat apa-apa?"
"Melihat apa?"
"Bayangan itu."
Gu Yun sangat yakin bahwa tadi jarak bayangan itu dari mereka berdua kurang dari lima meter, dan sahabat adiknya tepat menghadap ke arah bayangan tersebut. Meskipun ia sudah sejak lama tahu bahwa orang biasa tidak dapat melihat roh jahat dan hantu, dalam insiden kali ini, ketiga orang yang diserang semuanya adalah orang biasa.
Kenapa kali ini justru tidak bisa melihatnya?
"Jangan bahas topik seperti ini malam-malam!"
Bulu kuduk Gu Tian Tian merinding, bukan karena takut, melainkan karena dingin.
Suhu udara mendadak turun belasan derajat, hingga embusan napasnya terlihat saat ia berbicara. Menatap tajam ke arah Gu Yun, ia berbalik kepada sahabatnya yang sudah bersembunyi di belakangnya dan berkata, "Jangan dengarkan dia, orang ini memang suka berlebihan."
"Tapi, akhir-akhir ini memang ada orang yang bilang melihat bayangan."
Gadis itu jelas ketakutan, suaranya bahkan sedikit bergetar.
"Aku sudah berjanji dengannya untuk pergi ke asramanya mengerjakan PR. Kalian kan mau segera bekerja, jangan bikin rusuh!"
Melihat adiknya mulai kesal, Gu Yun pun tidak jadi menghentikan mereka berdua.
Karena bayangan itu sudah kabur, berdebat dengan mereka berdua sekarang pun tidak ada gunanya.
Sepanjang jalan, lampu jalan tampak suram dan merentangkan bayangan mereka berdua menjadi sangat panjang. Setelah mereka berjalan menjauh, Gu Yun kembali mencari-cari di tempat asalnya, namun ia tidak dapat menemukan jejak keberadaan bayangan tersebut.
Bagi orang biasa, alasan utama roh jahat datang dan pergi tanpa jejak terletak pada kenyataan bahwa manusia tidak dapat melihat mereka di sebagian besar waktu, dan hanya pada saat-saat tertentu saja bisa menyadari keberadaan mereka. Beberapa roh jahat yang lemah menggunakan metode ini untuk menakut-nakuti.
Sebagian besar roh jahat yang pernah ditemui Gu Yun sebelumnya dapat menembus tembok, namun tidak dapat berteleportasi.
Ini mirip seperti adegan yang sering muncul di film-film horor, di mana seseorang bangun tengah malam lalu membuka lemari pakaian, dan tiba-tiba ada bayangan di dalamnya. Namun, hal seperti ini tidak berlaku bagi Gu Yun, karena sejak makhluk-makhluk itu diam-diam masuk ke dalam rumah, Gu Yun sudah bisa melihat pergerakan mereka. Jadi, roh jahat jenis ini biasanya belum sempat bersembunyi ke dalam lemari, sudah lebih dulu ditendang keluar rumah oleh Gu Yun.
Namun, bayangan barusan jelas-jelas menghilang tanpa jejak tepat di hadapannya.
Dalam pemahamannya selama ini, hantu hanya akan menghilang saat mereka tewas.
Hantu yang dibunuh, akan mati.
Saat bertarung dengan roh jahat yang sangat kuat dan berniat merenggut nyawa manusia, Gu Yun biasanya juga tidak akan tinggal diam.
"Gu Yun, Gu Yun!"
Begitu menoleh, ia melihat Wang Lu berlari terengah-engah dari seberang jalan, sambil berlari, ia juga menari-nari dengan tangan dan kakinya.
"Lihat ke depan, lihat ke depan!"
Depan?
Mengikuti arah yang ditunjuk oleh jari Wang Lu, Gu Yun justru mengerutkan keningnya.
Karena kali ini, ia sama sekali tidak melihat adanya fenomena aneh. Adik dan sahabatnya hanya berjalan maju seperti biasa, dan sudah hampir sampai di gerbang sekolah.
"Ada apa?"
"Kamu tidak bisa melihatnya?"
Begitu sampai di hadapan Gu Yun, Wang Lu memegangi pinggang tuanya dengan satu tangan, bicaranya bahkan tidak lancar lagi, "Di belakang mereka berdua ada boneka voodoo!"
Sampai aura hitam itu terbentuk, Wang Lu akhirnya mengerti.
Itu sama sekali bukan pertanda kematian. Aura hitam itu kini telah berkumpul membentuk wujud boneka voodoo yang menyelimuti mereka berdua.
Tepat pada saat itu, terdengar suara pecahan kaca dari atas kepala Gu Tian Tian, disusul oleh suara derit yang membuat ngilu gigi.
Lampu jalan di sebelah kiri tiba-tiba beroyak dengan hebat, dan tiang lampu setinggi beberapa meter itu jatuh menghantam lurus ke arah mereka berdua.
Sahabat yang berjalan berdampingan dengannya menjerit ketiak melihatnya. Ia bermaksud menghindar ke samping, namun kakinya mendadak lemas dan ia jatuh mendudduk di tanah.
Membayangkan mereka berdua akan tertimpa tiang lampu, Wang Lu tidak kuasa menutupi matanya dengan tangan.
Tiang lampu yang tiba-tiba tumbang, serta pagar yang menyebabkan Sun Zheng jatuh dari lantai atas, tampaknya merupakan insiden yang sama.
Dalam sekejap, Wang Lu teringat pada bayangan yang merentangkan lengannya tadi, dan tiba-tiba tebersit sebuah pemikiran yang tidak realistis—apakah bayangan tadi sebenarnya sedang mencoba menghentikan mereka?
Hanya saja, sekarang mengatakan apa pun sudah terlambat.
Bahkan jika Gu Tian Tian bisa bereaksi dan melompat menghindar, gadis yang terduduk di tanah itu pasti tidak akan sempat menghindar.
Wang Lu melihat, kali ini bahkan Gu Yun pun tidak bergerak. Sepertinya jarak ini juga telah melampaui batas kemampuannya...
"Boneka voodoo itu apa lagi?"
Menghadapi tiang lampu yang jatuh ke arah adiknya, Gu Yun sama sekali tidak panik, melainkan mengajukan pertanyaan dengan sangat santai.
Dan tepat pada saat itu, Wang Lu tertegun.
Ia melihat Gu Tian Tian menarik napas dalam-dalam.
Kaki kirinya melangkah mundur, mengambil posisi kuda-kuda sambil merentangkan kedua tangannya, lalu menahan tiang lampu yang hampir menghantam dirinya.
Ia benar-benar mendorong kembali tiang lampu yang runtuh itu.
???
Tiang lampu setinggi enam atau tujuh meter ini beratnya paling tidak puluhan kilogram, tapi justru didorong kembali oleh seorang siswi SMA biasa yang tampak lembut dan lemah?
Apakah tiang lampu ini terbuat dari plastik?
Wang Lu yang tidak percaya berjalan menuju tiang lampu terdekat. Ia menirukan gaya Gu Tian Tian, menempelkan kedua tangannya pada tiang lampu, lalu mengerahkan seluruh kekuatan tenaganya dengan sekuat tenaga.
Tiang lampu itu bergeming sedikit pun, bahkan seolah ingin mengejeknya sebagai seorang pecundang.
"Hah—"
Setelah berhasil menegakkan kembali tiang lampu tersebut, Gu Tian Tian menepuk-nepuk debu di tangannya dan mengembuskan napas berat.
Meskipun sedikit melelahkan, berat tiang lampu itu masih dalam batas kemampuannya untuk diatasi.
Belakangan ini ada terlalu banyak fasilitas yang kurang perawatan, sepertinya ia harus memberikan usul kepada pihak sekolah untuk merenovasi semua fasilitas ini secara menyeluruh.
"Hmm? Kamu tidak apa-apa?"
Gu Tian Tian menoleh dan melihat sahabatnya masih terduduk di tanah. Gadis itu mendongak dengan mata terbelalak, tampak agak linglung.
Bahkan ada dua rona merah di pipinya.
"Ayo pergi, kalau tidak kembali sekarang, PR kita tidak akan sempat dikerjakan."
Gu Tian Tian mau tidak mau harus mengingatkan sahabatnya itu, lalu mengulurkan tangannya.
"Ya!"
Suram di wajah gadis itu langsung sirna seketika.
Tepat pada saat itu, ia tiba-tiba memahami beberapa kebenaran hidup.
Apakah Kakak Senior Sun Zheng bisa menyelamatkan nyawanya di saat-saat kritis seperti ini?
Tidak bisa!
Apakah Kakak Senior Sun Zheng bisa membimbing pelajarannya dan membuatnya terhindar dari nasib tidak lulus mata kuliah?
Tidak bisa!
Apakah Kakak Senior Sun Zheng bisa diandalkan seperti teman sekelas Gu Tian Tian?
Mustahil!
Kakak Senior Sun Zheng...
Benar-benar pria yang tidak bisa diandalkan!
Kenapa dulu matanya bisa salah pilih orang!
"Tian Tian!"
"Hmm?"
"Hari ini menginaplah di asrama kami!"
Gadis itu menyeringai lebar dan tersenyum cerah.
...
"Boneka voodoo itu... sudah hilang?"
Wang Lu menatap kosong ke arah kedua orang yang melangkah masuk ke gerbang sekolah. Hawa hitam yang tadinya berkumpul kini telah lenyap tanpa sisa.
"Sepertinya, latihan kekuatan yang kulakukan selama ini bisa dibilang membuahkan hasil kecil."
Gu Yun di sampingnya mengangguk puas.
"Pamanmu! Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan pada adikmu selama ini!?"