Bab 12: Identitas Pacar Terungkap
Setelah identitas Fu Xiaoxiao sebagai pacar dan sekretaris Xie Zi'an diketahui oleh para tamu di pesta, proses perekrutan di perusahaan Xie Zi'an pun mencapai puncaknya, meski bukan musim kelulusan. Karena sebelumnya Xie Zi'an dikenal sebagai pria yang menjaga jarak dari perempuan dan berkepribadian dingin, tak seorang pun pernah melihatnya dekat dengan wanita mana pun. Karenanya, di kalangan sosialita sempat beredar kabar bahwa Xie Zi'an lebih menyukai sesama jenis. Namun, kehadiran Fu Xiaoxiao telah mematahkan rumor tersebut.
Meskipun kini Xie Zi'an sudah memiliki kekasih, masih ada sejumlah orang yang ingin mencoba peruntungan mereka. Mereka mengira Fu Xiaoxiao mendapat kesempatan itu hanya karena telah lama bekerja bersama Xie Zi'an. Maka dari itu, banyak perempuan melamar pekerjaan di Grup Yuanfeng, berharap bisa dekat, bahkan mungkin menjadi kekasih Xie Zi'an.
Berkat para pelamar baru itu, kabar bahwa Fu Xiaoxiao adalah pacar Xie Zi'an pun menyebar di lingkungan kantor.
Suatu hari, Fu Xiaoxiao datang ke kantor agak terlambat. Tentu saja ia tidak terlambat masuk, hanya saja waktunya sedikit lebih mundur dari biasanya. Namun, sejak kedatangannya hari itu, Fu Xiaoxiao langsung dikerubungi banyak orang yang bersikap sangat ramah padanya, menanyakan kabar dan memperlakukannya dengan sangat baik.
Fu Xiaoxiao tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi ia merasa ada firasat buruk. Sejak ia bekerja di sana, hubungan dengan rekan-rekannya tidak terlalu dekat. Biasanya, hanya segelintir orang yang bersikap ramah padanya demi mendapat perhatian Xie Zi'an, karena urusan pekerjaan lebih banyak ditangani oleh Lin Haoyu.
Setibanya di lantai paling atas, Fu Xiaoxiao melihat Lin Haoyu. Ia segera meletakkan barang-barangnya dan menghampiri area kerja Lin Haoyu untuk menanyakan situasi.
“Kak Haoyu, ada apa hari ini? Kenapa semua orang mengerubungi aku? Bahkan ada yang minta aku membantunya di depan direktur?” tanya Fu Xiaoxiao.
Lin Haoyu mengambil ponselnya, membuka grup perusahaan, lalu menyerahkannya pada Fu Xiaoxiao seraya berkata, “Hubunganmu dengan direktur sudah tersebar. Sepertinya mulai sekarang kau akan sering menghadapi hal seperti ini.”
Melihat semua orang di grup sedang membicarakan gosip tentang hubungan percintaannya dengan Xie Zi'an, Fu Xiaoxiao merasa situasinya rumit. “Terus bagaimana dong?”
“Tidak ada solusi khusus, terima saja jika mereka ingin mengambil hati,” kata Lin Haoyu.
Mendengar itu, Fu Xiaoxiao merasa sedikit kesal. Ia tahu akan ada lebih banyak yang datang mencari masalah dengannya. Ia mengembalikan ponsel pada Lin Haoyu, mengucapkan terima kasih, lalu kembali ke mejanya. Dari dalam tas, ia mengeluarkan ponselnya dan baru membuka pesan-pesan yang masuk. Karena terburu-buru berangkat kerja, ia belum sempat membacanya.
Fu Xiaoxiao memeriksa pesan-pesan itu. Wang Lijuan dari bagian pemasaran adalah salah satu sahabatnya di kantor. Melalui pesan singkat, Wang Lijuan ingin memastikan kebenaran kabar tersebut.
“Xiaoxiao, apa benar kau pacar direktur?”
“Hmm… bisa dibilang begitu,” jawab Fu Xiaoxiao dengan ragu.
“Apa maksudmu bisa dibilang? Kalau memang iya ya bilang iya, kalau tidak ya bilang tidak. Masa direktur tidak pernah bilang kau pacarnya?” tanya Wang Lijuan penasaran.
“Ah…” Fu Xiaoxiao tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena dalam kontrak tertulis ia tidak boleh membocorkan apapun.
“Kenapa ‘ah’? Apa kau tidak mau semua orang tahu?”
“Iya, rasanya kurang baik.”
“Sudahlah, mau bagaimana lagi. Toh sekarang semua orang sudah tahu. Mulai sekarang semua bakal segan padamu, senang nggak? Hahaha, tak akan ada yang berani membuatmu kesal lagi,” hibur Wang Lijuan yang melihat Fu Xiaoxiao tidak terlalu bersemangat.
“Direktur baik padamu nggak? Apa kau pernah dapat kartu hitam yang bisa dipakai sesukamu? Ceritain dong!”
“Hmm… mana ada yang seheboh itu, ini bukan drama Korea, mana mungkin tiba-tiba dapat perusahaan, atau langsung jadi ratu?”
“Hahahahaha, benar juga.”
Setelah mengobrol dengan Wang Lijuan lewat pesan, perasaan Fu Xiaoxiao jadi jauh lebih baik.