Bab 33: Tidak Memberi Muka Siapa Pun
Kediaman keluarga Shen terletak di pinggiran barat kota dan menguasai hampir separuh lereng gunung. Menyebutnya sebagai sebuah perkebunan pun tidaklah berlebihan.
Konon, kediaman itu dibangun oleh leluhur keluarga Shen dan telah berdiri selama seratus tahun.
Keluarga Shen selalu menjadi keluarga paling misterius di Haicheng. Tak seorang pun tahu sebenarnya ada berapa banyak usaha yang mereka miliki. Bahkan, pernah beredar kabar bahwa separuh Haicheng bermarga Shen.
Meskipun kabar itu mungkin agak berlebihan, kekuatan keluarga Shen jelas bukan sesuatu yang boleh diremehkan.
Namun, kabarnya keluarga Shen kemudian pindah ke Jing untuk mengembangkan bisnis mereka, sementara rumah leluhur itu hanya ditinggalkan dan dijaga para pelayan. Meski demikian, tak seorang pun berani meremehkan kedudukan keluarga Shen di Haicheng.
Terlebih lagi, setahun yang lalu, cucu bungsu dari putra sulung keluarga Shen tiba-tiba kembali ke Haicheng untuk bersekolah. Sejak saat itu, keluarga Shen kembali menjadi keluarga yang paling banyak mendapat perhatian di Haicheng.
Banyak orang berniat menjalin hubungan dengan mereka, tetapi keluarga Shen tak pernah mengadakan jamuan untuk orang luar. Bahkan mereka yang datang berkunjung pun selalu ditolak dengan alasan tuan rumah sedang tidak ada. Satu-satunya anggota keluarga Shen yang kerap muncul di depan umum, tuan muda mereka, juga terkenal seenaknya dan tidak pernah menghargai siapa pun.
Qian He datang hari ini tanpa berharap bisa masuk ke dalam. Ia hanya ingin menunjukkan sikap keluarganya dengan jelas.
Agar keluarga Shen tidak mengira mereka sedang melindungi gadis itu.
Orang yang menyambutnya adalah kepala pelayan kediaman lama keluarga Shen. Setelah mendengar maksud kedatangannya, ia berkata, “Nyonya Su datang tepat sekali. Nyonya kami kebetulan sedang berada di rumah. Silakan menunggu sebentar, saya akan menanyakan terlebih dahulu.”
Karena hal ini menyangkut tuan muda, kepala pelayan itu juga tidak berani mengambil keputusan sembarangan.
Qian He sontak merasa gembira. “Benarkah? Syukurlah. Kalau begitu, saya merepotkan Anda.”
Konon, nyonya besar keluarga Shen sangat misterius dan jarang sekali tampil di hadapan umum.
Jika hari ini ia dapat memasuki kediaman lama keluarga Shen dan bertemu dengan Nyonya Shen, kelak ia akan memiliki bahan pembicaraan tambahan di kalangan para nyonya terhormat.
Qian He berasal dari keluarga biasa. Namun, ia memiliki paras yang menawan dan sedikit kecerdikan. Dahulu, ia berhasil mendekati ayah Su dengan mengandalkan caranya sendiri. Ia bahkan melahirkan dua putra berturut-turut, sehingga kedudukannya dalam keluarga Su menjadi semakin kokoh.
Di kalangan atas, hal yang paling diperhatikan adalah latar belakang keluarga. Qian He pun telah berusaha keras selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil diterima dalam lingkaran para nyonya terpandang di Haicheng.
Sejak kecil, ia adalah orang yang ambisius. Semakin orang meremehkannya, semakin besar keinginannya untuk membuktikan diri.
Hal yang dapat dibanggakan seorang perempuan tak lebih dari keluarga asalnya, kasih sayang suaminya, dan keberhasilan anak-anaknya. Keluarga asal Qian He tidak cukup kuat, sementara setelah bertahun-tahun, hubungan suami-istri mereka pun menjadi biasa saja. Untungnya, ia memiliki tiga orang anak.
Putra sulungnya memang cerdas, tetapi sejak kecil berwatak dingin dan tidak terlalu dekat dengannya sebagai ibu. Putra keduanya cukup berbakti, hanya saja prestasinya sedikit di bawah kakaknya. Sebaliknya, putri bungsunya telah menunjukkan kecerdasan dan perhatian sejak mulai memahami banyak hal.
Dahulu, seluruh hati Qian He tercurah kepada suaminya, sehingga ia kurang memperhatikan anak-anaknya.
Belakangan, ketika ia perlahan menyadari bahwa anak-anaklah yang akan menjadi sandaran seumur hidupnya, putra sulungnya sudah telanjur tidak dekat dengannya, sementara putra keduanya memang tidak berbakat dalam belajar. Karena itu, ia mencurahkan seluruh pikirannya untuk membesarkan putri bungsunya.
Untungnya, gadis itu juga tidak mengecewakannya dan telah memberinya banyak kebanggaan.
Anak-anaknya tumbuh hari demi hari, usia lelaki tua keluarga Su pun semakin bertambah, dan akhirnya ia benar-benar diterima dalam lingkaran masyarakat kelas atas. Segalanya bergerak ke arah yang baik. Tak pernah ia sangka, pada saat seperti itu justru muncul perkara pertukaran bayi.
Setelah melahirkan Su Ruo, tubuh Qian He berubah dan berat badannya bertambah. Pada saat yang sama, putra kedua keluarga Su terseret kabar perselingkuhan karena terlihat dekat dengan seorang bintang muda. Qian He harus merawat putra kecilnya yang baru berusia satu tahun sekaligus berusaha merebut kembali hati suaminya, sehingga ia secara alami kurang memperhatikan putri kecil yang baru lahir.
Ia juga tidak pernah menyangka bahwa pengasuh di rumah akan berani bersekongkol dengan orang luar dan diam-diam menukar anaknya.