Bab 4 Raja Tombak Darah Mati, Menghancurkan Sepuluh Keluarga!
"Bunuh diri?"
Mendengar ucapan Li Cang yang terdengar seperti vonis hukuman mati, tatapan mata Yin Wushang menjadi semakin gelap dan kelam.
"Karena Yang Mulia tetap keras kepala, maka hamba tidak punya pilihan lain selain bertaruh dengan nyawa!"
*Wum~*
Ia mengulurkan telapak tangan kanannya, menarik sebilah pedang darah yang ramping dari kehampaan, lalu mengayunkannya perlahan ke arah orang-orang di sekitarnya.
Pada akhirnya, ujung pedang itu menunjuk tepat ke arah Li Cang!
"Hari ini, siapa pun yang berani menghalangiku, akan kubunuh!"
"Heh..."
Tindakan Raja Tombak Darah tersebut akhirnya benar-benar memancing kemarahan Li Cang yang duduk di singgasana kaisar. Ia tersenyum dingin, matanya dipenuhi dengan kesedihan dan kobaran api kemurkaan.
Ia tidak menyangka. Pemuda yang ia angkat sendiri ke posisi ini, hari ini... justru berani mengarahkan pedang yang seharusnya digunakan untuk melawan musuh ke arah dirinya sendiri!
"Apakah kau..."
"Ingin membunuhku?"
*Bum!*
Seolah langit runtuh!
Dalam sekejap, tekanan yang luar biasa besar meledak dari dalam tubuh Li Cang, menyapu ke seluruh penjuru Kota Lintian!
Seketika itu juga, seluruh aula seolah membeku; segala sesuatu yang bergerak tampak terhenti di saat itu juga!
*Glek...*
Dengan susah payah, mereka menelan ludah. Semua orang merasa seolah-olah ada ribuan gunung yang menimpa tubuh mereka, menekan dengan sangat keras! Hal itu membuat mereka bahkan kesulitan untuk sekadar bernapas!
"Tekanan semacam ini..."
"Bagaimana... mungkin?!"
Saat ini, Raja Tombak Darah Yin Wushang, yang berada di pusat tekanan tersebut, tampak sangat ketakutan. Di bawah tekanan yang begitu mengerikan, ia bahkan tidak bisa menggerakkan jarinya sedikit pun, apalagi mengalirkan energi spiritual di dalam tubuhnya!
Wibawa kaisar tidak tertandingi, mampu memusnahkan cakrawala!
Tekanan yang dilepaskan saat ini bahkan tidak mencapai sepersepuluh ribu dari wibawa kaisar yang sesungguhnya. Jika Li Cang melepaskan seluruh kekuatannya, ia bisa meratakan Kota Lintian menjadi jurang dalam sekejap mata... tanpa menyisakan apa pun!
*Tap! Tap!*
Langkah kaki terdengar perlahan mendekat. Di tengah tatapan mata Zhang Che yang dipenuhi keterkejutan, Li Cang turun dari singgasananya dan perlahan tiba di depan Yin Wushang. Saat ini, tatapan matanya sedingin kolam es dari sembilan lapisan neraka, membawa niat membunuh yang tak berujung.
"Yang Mulia..."
Yin Wushang mendongak dengan susah payah, menatap sang kaisar yang berada tepat di depannya namun terasa seolah berada di puncak langit. Matanya memancarkan penyesalan yang mendalam!
Ia salah bertaruh! Sang kaisar masihlah sosok penguasa yang mampu menekan segalanya dengan satu tangan! Meskipun sang penguasa tampak menua dan sempat terdiam untuk sesaat, di masa depan, pasti akan tiba hari di mana ia bangkit kembali... dan kembali dengan kekuatan yang mendominasi!
Saat ini, rasa sesal muncul di dalam hatinya. Memilih untuk bergabung dengan Kekaisaran Fenyin, tanpa diragukan lagi... akan menjadi kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Di saat-saat terakhirnya, ingatan tentang masa-masa ia berjuang di medan perang bersama sang kaisar dan saling menganggap sebagai rekan seperjuangan muncul di pelupuk matanya.
*Wum!*
Namun, dalam sekejap mata, seiring dengan tekanan kehendak Li Cang, seluruh tubuh, jiwa, bahkan partikel yang membentuk raga Yin Wushang, seketika terkena kekuatan dahsyat yang tak terbayangkan, lalu hancur dan lenyap sepenuhnya!
Orang itu seolah berubah menjadi debu dalam sekejap... dan menghilang tanpa jejak!
"Raja Tombak Darah Yin Wushang, hari ini secara terbuka mengkhianati kekaisaran dan melakukan kejahatan besar."
"Harus dihukum mati!"
Setelah memusnahkan Raja Tombak Darah dengan satu pikiran, Li Cang berbalik. Suaranya yang datar terdengar bagaikan guntur yang meledak di atas langit Kota Lintian, membuat miliaran penduduk kota mendengarnya dengan jelas dan gemetar ketakutan!
"Selain itu, Zhang Che."
"Hamba hadir!"
"Musnahkan sepuluh garis keturunan Yin Wushang. Berikan hukuman mati dengan penyiksaan *lingchi* kepada putri keempat Kekaisaran Fenyin, lalu gantung kepalanya di gerbang perbatasan."
"Baik!"
*Srak!*
Perintah dingin berikutnya yang diberikan membuat para menteri di aula gempar. Mereka semua menarik napas panjang, memahami niat di balik tindakan Li Cang!
Itu berarti... ia akan berperang habis-habisan melawan Kekaisaran Fenyin, tanpa ada ruang untuk toleransi lagi!
"Sidang selesai."
Setelah memberikan perintah tersebut, Li Cang mengucapkan dua kata itu dengan datar dan pergi meninggalkan Aula Lintian dengan tangan di belakang punggung tanpa menoleh sedikit pun.
"Hormat kami untuk Baginda Kaisar!"
Para menteri di aula segera tersadar dan berlutut di tanah untuk memberi hormat. Setelah sosok agung itu menghilang dari pandangan, barulah mereka semua menghela napas lega. Dahi mereka dipenuhi butiran keringat halus, dan hati mereka diliputi rasa takut yang luar biasa.
Satu gerakan! Mereka bahkan tidak melihat bagaimana sang kaisar melancarkan serangannya! Sang Raja Tombak Darah yang telah mencapai tingkat *Zun* (Yang Terhormat) itu hancur menjadi debu dan lenyap tak berbekas!
Kekuatan macam apa ini? Mungkinkah sang kaisar tidak hanya menembus tingkat *Zun*, tetapi juga mencapai tingkat yang lebih mengerikan lagi?
Seorang bangsawan dengan pupil mata yang menyempit menatap bekas hitam samar di lantai aula. Ia merasa bahwa sang kaisar yang kini kembali... sudah tidak terduga kedalamannya! Puncak *Zun*? Atau mungkin... seorang Suci?!
...
Malam hari. Di istana kaisar, tepatnya di dalam kamar tidur Li Cang.
[Tuan Rumah: Li Cang]
[Usia: 3701]
[Identitas: Kaisar Tiancang, Penguasa Kekaisaran Tiancang]
[Kultivasi: Puncak Kaisar]
(Catatan: Kultivasi di Benua Jiuxiao terbagi menjadi: *Quti* (Penguatan Tubuh), *Yunling* (Penampungan Roh), *Huahai* (Pembentukan Lautan), *Shenfu* (Istana Dewa), *Faxiang* (Wujud Hukum), *Niepan* (Nirvana), *Tianren* (Manusia Langit), *Zunzhe* (Yang Terhormat), *Zhizun* (Yang Tertinggi), *Shengzhe* (Orang Suci), *Gusheng* (Suci Kuno), *Shengwang* (Raja Suci), *Zhundi* (Calon Kaisar), *Dadi* (Kaisar))
[Teknik: Kitab Kekacauan (Teknik tingkat "Taichu", awalnya tidak lengkap, karena Tuan Rumah menembus tingkat Kaisar, kini telah diperbaiki secara paksa menjadi sempurna!)]
[Kekuatan/Seni Bela Diri: Sembilan Pedang Pemusnah (Tingkat Suci Atas), Telapak Jalan Agung (Tingkat Suci Bawah), Segel Langit Kuno (Tingkat Langit Atas), ...]
[Lokasi *Check-in* berikutnya: Belum diperbarui (Waktu tunggu: 6 hari 11 jam)]
Membuka panel atribut dari yang disebut "Sistem *Check-in* Tertinggi", sebuah layar virtual muncul dari kesadaran Li Cang, menyajikan semua informasi dengan jelas.
"Puncak Kaisar..."
"Aku, yang dulunya hampir mati, kini langsung melangkah ke tingkat tertinggi di dunia ini."
"Segala sesuatu yang terjadi hari ini benar-benar terasa seperti mimpi."
Li Cang menatap deretan atribut tersebut dan bergumam pelan. Lebih dari tiga ribu tahun yang lalu, ketika ia bertransmigrasi dari Bumi dan berjuang keras hanya demi sesuap nasi, bukankah ia pernah memimpikan eksistensi seperti "sistem" ini?
Sayangnya, keberuntungan seperti tokoh utama dalam novel tidak muncul pada Li Cang saat itu. Setelah merangkak dan berjuang selama bertahun-tahun, ia secara tidak sengaja jatuh ke dalam jurang dan mendapatkan "Kitab Kekacauan", sebuah teknik rahasia yang melampaui tingkat Kaisar!
Inilah rahasia terbesar Li Cang di dunia ini! Bahkan ketiga putranya tidak mengetahui sedikit pun tentang hal itu! Dan berkat berlatih "Kitab Kekacauan" yang tidak lengkap itulah, Li Cang mampu membangun kekaisaran yang begitu besar, bahkan di kemudian hari mampu bertarung melampaui tingkatannya sendiri, yaitu membunuh seorang *Zhizun* aliran sesat saat ia masih berada di tingkat *Zunzhe*!