Bab 104: Penawaran Seratus Juta
Kemudian, Wu Qingxiong berbalik. Pandangannya menyapu seluruh aula, memancarkan peringatan yang sangat kuat dari sorot matanya.
Orang-orang yang bertatapan dengannya secara sadar menundukkan kepala mereka.
Meskipun mereka sangat ingin menawar ginseng berusia seribu tahun ini, jika kehilangan nyawa, tentu mereka tidak akan sempat menikmatinya.
Karena itu, mereka menunjukkan sikap melalui tindakan dengan tidak ikut serta dalam pelelangan.
Wu Qingxiong merasa gembira di dalam hati.
Tampaknya pengaruh keluarga Wu masih sangat kuat. Setelah diberi peringatan awal, benar-benar tidak ada yang berani mengajukan penawaran.
Namun, tepat ketika dia hendak mengalihkan pandangannya, sudut matanya menangkap sosok yang tak asing di sebuah sudut. Sosok itu duduk tegak, dengan pandangan yang tetap tertuju pada ginseng berusia seribu tahun tersebut.
Sosok itu tidak lain adalah Lin Fan.
Begitu mendengar pengumuman dari pembawa acara, dia langsung membuka matanya.
Ginseng berusia seribu tahun ini juga merupakan sesuatu yang mutlak harus dia dapatkan!
Wajah Wu Qingxiong seketika berubah masam ketika menyadari bahwa Lin Fan mengabaikannya begitu saja.
Dia pun segera bertanya kepada Lu Tianming, "Apakah kamu sudah memberi tahu bocah itu bahwa ginseng berusia seribu tahun ini adalah barang yang kami incar?"
Lu Tianming tertegun sejenak. Dia melirik ke arah Lin Fan, lalu mengerutkan keningnya.
Dalam hati dia membatin, "Apa yang terjadi dengan Lu Wanning? Apakah dia tidak menyampaikan pesan saya kepada Ketua?"
"Sudah saya sampaikan," jawab Lu Tianming, tidak berani berpikir macam-macam. "Mungkin dia hanya penasaran dan tidak akan benar-benar ikut menawar?"
"Benarkah?" Wu Qingxiong menatapnya dengan curiga, lalu mendengus dingin. "Sebaiknya memang begitu." Setelah itu, dia kembali duduk.
Pada saat itu, pembawa acara di atas panggung yang melihat tidak ada yang mengajukan penawaran segera berseru dengan lantang, "Hadirin sekalian, pelelangan resmi dimulai!"
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, Wu Qingxiong langsung mengangkat papannya. "Keluarga Wu, lima puluh juta!"
Pembawa acara tersenyum manis. "Keluarga Wu menawarkan lima puluh juta. Apakah ada penawaran yang lebih tinggi?"
Seringai dingin tersungging di sudut bibir Wu Qingxiong. Dia sudah menyuruh Lu Tianming memberi peringatan terlebih dahulu, jadi siapa lagi yang berani menawar sekarang? Kecuali jika mereka sudah bosan hidup!
Namun, tepat pada saat itu, sebuah suara yang lantang terdengar, "Farmasi Daqin, enam puluh juta!"
Seketika, semua pasang mata di aula itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Siapa yang menawar?"
"Sepertinya bocah yang tadi memenangkan taruhan batu giok!"
"Dia ternyata orang dari Farmasi Daqin!"
"Astaga, Wu Qingxiong sudah memberi peringatan sebelumnya. Apa dia tidak takut akan pembalasan?"
...
Wajah Wu Qingxiong dan Lu Tianming seketika berubah. Mereka berdua serentak menoleh ke arah yang sama.
Begitu melihat bahwa orang yang mengajukan penawaran adalah Lin Fan, ekspresi wajah mereka berdua menjadi sangat buruk.
Terutama Wu Qingxiong. Pada saat ini, dia merasa harga diri dan wibawa keluarga Wu telah diinjak-injak. Lin Fan benar-benar berani bersaing harga dengannya.
Namun, karena jarak yang terlalu jauh, Wu Qingxiong tidak bisa berbicara langsung dengan Lin Fan.
Dia hanya bisa menegur Lu Tianming dengan nada dingin, "Tuan Muda Lu, inikah yang kamu sebut tidak akan benar-benar ikut menawar?"
Wajah Lu Tianming memucat. Dia mengumpat habis-habisan di dalam hati, "Apa yang dilakukan Lu Wanning? Apa dia tidak mendengarkan perkataanku?"
Melihat Lu Tianming diam saja, wajah Wu Qingxiong menjadi semakin muram.
Saat itu, pembawa acara di atas panggung berseru lantang, "Farmasi Daqin menawarkan enam puluh juta! Apakah ada yang lebih tinggi?"
"Enam puluh lima juta!" seru Wu Qingxiong dengan wajah dingin.
"Keluarga Wu menawarkan enam puluh lima juta..."
Sebelum pembawa acara selesai berbicara, suara Lin Fan kembali terdengar, "Farmasi Daqin, tujuh puluh juta!"
"Farmasi Daqin, tujuh puluh..."
"Tujuh puluh lima juta!"
"Keluarga Wu..."
"Delapan puluh juta!"
"Delapan puluh lima juta!"
"Sembilan puluh juta!"
Begitu Lin Fan meneriakkan angka "sembilan puluh juta", wajah Wu Qingxiong langsung berubah menjadi sangat gelap dan muram bagaikan air.
Di dalam matanya, kemarahan yang membara bergejolak, disertai dengan niat membunuh yang samar-samar terlihat.
"Sialan, apa dia sengaja? Malam ini dia terus-menerus mengincarku!"
Angka sembilan puluh juta sudah mendekati batas maksimal anggarannya. Bagaimana mungkin dia tidak murka?
Sementara itu, Lu Tianming menciutkan lehernya. Setelah mengetahui identitas asli Lin Fan, kini dia tidak berani menyinggung kedua belah pihak dan hanya bisa meringkuk ketakutan.
Orang-orang lain tidak ada yang berani bersuara. Namun, mendengar angka penawaran yang terus meroket, mereka semua merasa ngeri.
Orang dari Farmasi Daqin ini benar-benar menantang Wu Qingxiong secara terang-terangan! Malam ini tampaknya akan terjadi pertumpahan darah.
Pada saat itu, pembawa acara di atas panggung kembali berseru dengan lantang, "Farmasi Daqin, sembilan puluh juta, satu kali!"
Dua detik kemudian, pembawa acara berseru lagi, "Farmasi Daqin, sembilan puluh juta, dua kali!"
Dua detik berikutnya, dia mengangkat palu lelang.
Tepat pada saat itu, Wu Qingxiong berdiri. Dia berbalik dan memelototi Lin Fan dengan penuh amarah, lalu berteriak keras, "Keluarga Wu, sembilan puluh lima juta!"
Kemarahan di matanya tampak seolah-olah akan meledak.
Ekspresi wajah Lin Fan tetap tidak berubah sedikit pun. "Farmasi Daqin, seratus juta!"
Blaar!
Pikiran Wu Qingxiong serasa disambar petir yang menggelegar.
Seratus juta sudah melampaui batas seluruh dana yang dimiliki olehnya dan Lu Tianming. Dia tidak bisa lagi mengajukan penawaran yang lebih tinggi.
Padahal, andai saja dia tidak dijebak oleh Lin Fan dalam taruhan batu giok kualitas super tadi, dia masih bisa menaikkan tawaran hingga dua puluh juta lagi.
Namun, kenyataan tidak mengenal kata andai. Saat ini dia hanya memiliki sembilan puluh lima juta, dan sama sekali tidak bisa mengeluarkan uang lebih dari itu.
Memikirkan hal itu, kemarahan di hatinya memuncak hingga ke batas ekstrem. Dengan gigi tergemertak, dia menatap tajam ke arah Lin Fan. "Bocah bajingan, kau benar-benar cari mati!"
Lin Fan mengabaikan ancaman itu begitu saja.
Sementara itu, pembawa acara di atas panggung mulai melanjutkan hitungan, "Farmasi Daqin, seratus juta, satu kali! Apakah ada penawaran yang lebih tinggi?"
Wu Qingxiong mengatupkan bibirnya rapat-rapat tanpa bersuara.
Lu Tianming mulai panik dan bertanya, "Tuan Muda Wu, apa yang harus kita lakukan?"
Ini adalah tugas yang didelegasikan oleh kakeknya, Lu Zhenhua. Jika ginseng itu sampai jatuh ke tangan Lin Fan, dia tidak akan bisa mempertanggungjawabkannya saat pulang nanti.
Wu Qingxiong menyahut ketus, "Memangnya apa yang bisa kulakukan? Kalau kau punya uang, tawarkan saja lagi!"
Lu Tianming terdiam dengan wajah masam.
Perselisihan antara Wu Qingxiong dan sang Ketua kini sudah telanjur terjadi, dan situasi malam ini benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi.
Namun, masih ada secercah harapan di dalam hatinya, yaitu jika Lu Wanning berhasil memikat hati Ketua Farmasi Daqin tersebut.
"Asalkan Wanning bisa menaklukkan Ketua itu, aku masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan sebagian dari ginseng berusia seribu tahun tersebut. Dengan begitu, aku masih bisa menyelesaikan tugas..."
Berpikir demikian, dia tidak lagi merasa panik.
Dua detik berlalu, pembawa acara kembali berseru, "Farmasi Daqin, seratus juta, dua kali!"
Dua detik berikutnya, pembawa acara mengumumkan dengan lantang, "Farmasi Daqin, seratus juta, tiga kali! Terjual!"
Tok!
Palu lelang diketukkan. Semuanya telah diputuskan.
"Selamat kepada Tuan ini, ginseng berusia seribu tahun ini resmi menjadi milik Anda," umum pembawa acara sambil tersenyum ke arah Lin Fan.
Tepuk tangan yang samar terdengar dari arah penonton.
Banyak orang di tempat itu sebenarnya merasa tidak senang dengan ancaman Wu Qingxiong sebelumnya. Kini, melihat ada orang yang berani bersaing dan bahkan berhasil mengalahkannya, mereka tentu merasa senang.
"Cuih!"
Wu Qingxiong berdiri, lalu melangkah pergi dengan gusar.
Sebelum meninggalkan aula, dia menatap Lin Fan dengan tajam, dengan niat membunuh yang semakin membara di matanya.
Begitu keluar dari pintu utama, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sebuah nomor.
"Ayah, apakah pengawal elit yang kuminta sudah tiba? Sudah sampai? Bagus, aku akan segera keluar!"
...
Begitu melangkah keluar dari Klub Yunlong, Wu Qingxiong langsung melihat sekelompok orang yang berbaris rapi. Mereka adalah para pengawal elit dari keluarga Wu.
Karena bergerak di bidang bisnis batu giok, demi keamanan, mereka sengaja melatih sekelompok pengawal khusus ini.
Mereka semua adalah mantan prajurit pasukan khusus, yang masing-masing mampu menghadapi sepuluh orang sekaligus.
Dua orang yang memimpin bahkan menyelipkan pistol di pinggang mereka.
Begitu Wu Qingxiong mendekat, salah seorang dari mereka mengeluarkan sepucuk pistol dan melemparkannya. Wu Qingxiong menangkapnya dengan sigap.
Setelah memain-mainkannya sejenak, dia membuka kunci pengaman pistol lalu mengokangnya.
Dia kemudian berseru dengan kejam, "Nanti bertindaklah setelah melihat aba-abaku. Jangan biarkan bocah itu lolos. Aku ingin dia mati!"
"Baik!"