Bab 90 Kau adalah Ketua Dewan Direksi?
Sekarang, barulah Lin Fan benar-benar mengerti. Rupanya keluarga Lu mengutus Lu Tianming untuk membicarakan kerja sama dengan Da Qin Farmasi.
Tapi bukankah yang membawa kontrak itu Lu Wanning?
Menurut peraturan Grup Lu, bukankah siapa yang mendapatkan kontrak, dia pula yang harus menindaklanjuti sampai akhir?
Memikirkan hal itu, Lin Fan pun merasa heran. "Setahuku, yang terakhir kali datang ke Da Qin Farmasi membahas kerja sama adalah Lu Wanning, kenapa sekarang jadi kamu?"
"Benar, memang dia," jawab Lu Tianming tanpa menyangkal, kini wajahnya pun menjadi serius.
Namun, ia segera mengubah nada bicara. "Tapi dia itu hanya perempuan, mana mungkin bisa menangani urusan sebesar ini? Untuk proyek sebesar ini, tentu saja Kakek lebih mempercayai aku."
"Begitukah?" Lin Fan jadi geli sendiri. "Kalau begitu, kali ini kakekmu sudah salah menaruh kepercayaan."
Mendengar itu, Lu Tianming jadi semakin marah. Apalagi melihat raut wajah Lin Fan yang jelas-jelas tidak mempercayainya sama sekali, hatinya jadi makin tidak senang.
Orang yang dianggap sampah ini berani meremehkannya!
Namun, ia masih menahan amarah, lalu bertanya, "Maksudmu apa? Berani meragukan kemampuanku!"
"Bukan meragukan, tapi memang tidak mungkin!" jawab Lin Fan dengan tegas.
Selesai bicara, ia pun melambaikan tangan ke arah Lu Tianming. "Sebaiknya kau pulang saja, jangan buang-buang waktu di sini."
"Apa!?" Lu Tianming semakin naik pitam.
Ia langsung menarik kerah baju Lin Fan, mengancam, "Kamu cuma pegawai rendahan, siapa yang memberimu keberanian ikut campur urusan perusahaan? Percaya atau tidak, nanti kalau bertemu atasanmu, aku tinggal bilang saja, kau langsung dipecat!"
Lin Fan tetap tenang, "Silakan saja coba."
"Kalau begitu, ayo kita lihat!" Lu Tianming makin emosi.
Namun ia masih ingat pesan Lu Jianjun, sehingga menahan diri untuk tidak menghajar Lin Fan, lalu melepaskan genggaman di kerahnya.
Setelah itu, ia melangkah besar menuju lobi lantai satu. "Lin Fan, nanti setelah dipecat, jangan pernah datang meratap padaku!"
Lin Fan segera mengikuti dari belakang, bahkan sempat membuat gerakan mempersilakan lewat. Lu Tianming sampai hampir terbakar amarahnya.
"Baik! Kau memang berani!" Lu Tianming menggertakkan gigi, melirik Lin Fan tajam, lalu mempercepat langkahnya.
Pada saat itu, Du Zhongming juga sudah menerima laporan dari resepsionis bahwa Direktur Utama sendiri yang mengantar seorang pemuda masuk, diduga utusan dari Grup Lu.
Mendengar itu, ia pun langsung panik.
Dalam hati ia berpikir, “Bukankah tadi Direktur Utama menugaskan aku untuk menyambut? Kenapa malah turun tangan sendiri?”
Sekejap saja ia sudah mendapat dugaan. Mungkin orang yang dikirim keluarga Lu punya hubungan sangat dekat dengan Lin Fan, makanya Direktur Utama sendiri yang menyambut.
Jika memang begitu, aku harus lebih serius dalam melayani, jangan sampai ada kesalahan!
Semakin dipikir, ia semakin yakin.
Ia pun segera meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai, dan bergegas turun ke bawah.
Sampai di lobi lantai satu, ia langsung melihat Lin Fan dan seorang pemuda yang menggenggam kontrak berjalan cepat masuk ke dalam.
Tapi ia perhatikan betul, pemuda itu berjalan di depan, Lin Fan setengah langkah di belakang.
Itu artinya Lin Fan sangat menghormati pemuda tersebut.
“Direktur Utama saja sampai mau turun derajat, aku tentu harus lebih sopan lagi!” pikir Du Zhongming, lalu cepat-cepat menyongsong mereka.
Begitu berhadapan, ia segera mengulurkan tangan menyapa Lu Tianming dengan senyum ramah.
“Halo, saya Du Zhongming, Direktur Senior Da Qin Farmasi. Anda pasti utusan dari Grup Lu?”
“Benar!” Lu Tianming mengangguk, “Nama saya Lu Tianming, saya yang akan bertanggung jawab pada kerja sama kali ini.”
Karena disambut begitu ramah, kepercayaan diri Lu Tianming seketika melonjak.
Sambil mengingat ucapan Lin Fan sebelumnya, ia makin memandang rendah pada Lin Fan.
“Baiklah, Tuan Muda Lu, silakan ikut saya ke ruang rapat,” ujar Du Zhongming dengan membungkuk membuat gestur mempersilakan. Benar-benar merendahkan diri.
Lin Fan malah mengernyitkan dahi.
Ada apa dengan Du Zhongming ini? Sebagai Direktur Da Qin Farmasi, kenapa harus merendah begitu di depan orang lain?
Sangat tidak pantas!
Saat ia hendak menegur, tiba-tiba Lu Tianming berseru, “Tunggu sebentar!”
Du Zhongming bingung, berdiri tegak menatap Lu Tianming.
Lu Tianming melirik Lin Fan yang ada di belakang, lalu bertanya, “Orang ini pegawai Da Qin Farmasi juga?”
Du Zhongming sempat tertegun. Ia spontan menoleh ke belakang Lu Tianming, lalu menunjukan ekspresi ragu, “Maaf, maksud Tuan Muda Lu yang mana?”
Lu Tianming jadi bingung.
Ia menoleh ke belakang, kecuali Lin Fan, tak ada orang lain di sana.
Jangan-jangan Direktur Du ini buta!
Ia segera melangkah mundur, menunjuk Lin Fan, “Dia ini!”
Du Zhongming kembali bingung.
Ia benar-benar tidak paham maksud Lu Tianming.
Dalam hati ia mengeluh: Direktur Utama sendiri yang menyambutmu, tapi kau malah tidak tahu siapa dia? Malah bertanya padaku segala!
Lu Tianming sudah tak sabar.
Ia langsung berkata, “Pak Direktur, dia ini Lin Fan, pegawai baru di Da Qin Farmasi, kan? Saya sarankan agar anda segera memecatnya!”
“Me... memecat?” Du Zhongming langsung pucat.
Itu adalah Direktur Utama Da Qin Farmasi, atasan langsungnya, kau malah menyuruhku memecat dia?
Syukur aku sendiri tidak dipecat!
Lu Tianming masih tersenyum penuh kemenangan pada Lin Fan, sama sekali tak sadar perubahan raut wajah Du Zhongming, lalu melanjutkan, “Ya, harus dipecat! Dia hanya pegawai rendahan, berani-beraninya ikut campur urusan kerja sama dua perusahaan besar, sama sekali tak tahu aturan!”
Du Zhongming benar-benar bingung.
Apa sebenarnya yang terjadi ini?
Ia menatap Lin Fan.
Melihat Lin Fan menahan tawa, seperti sedang menonton badut, ia pun langsung sadar segalanya.
Astaga, rupanya aku salah paham!
Bukan hubungan dekat, bukan juga Direktur Utama merendah—semuanya salah besar!
Orang ini bahkan tidak tahu siapa Lin Fan.
Sedang Lin Fan jelas-jelas sedang bersembunyi di balik kedok orang biasa!
Setelah paham, ia tak berani lagi bersikap ramah pada Lu Tianming, wajahnya langsung berubah dingin.
“Kau bilang ingin memecat Direktur Utama kami?” tanya Du Zhongming dengan suara dingin.
“Benar, aku ingin... Tunggu!” Lu Tianming mendadak berubah wajah, terkejut, “Kau bilang siapa? Siapa Direktur Utamamu?”
“Dia, Lin Fan! Direktur Utama kami! Direktur Utama Da Qin Farmasi!” sahut Du Zhongming lantang.
Mendengar itu, mata Lu Tianming langsung membelalak.
Detik berikutnya, ia malah tertawa terbahak-bahak.
“Ha ha ha ha, Pak Du... kau jangan bercanda! Dia? Ha ha ha... Dia itu cuma menantu di keluarga Lu, tak lebih dari sampah belaka...”
Namun baru beberapa detik tertawa, ia merasa ada yang tidak beres.
Sebab Du Zhongming hanya menatapnya dingin, tak ikut tertawa.
Bahkan semua orang di lobi itu pun sama sekali tidak ada yang tertawa.
Sebaliknya, mereka malah berhenti melangkah ataupun menoleh, menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat, bahkan ada yang matanya menyala penuh amarah.
Tak satu pun yang merasa lucu?
Tawa Lu Tianming perlahan membeku di wajah, ekspresinya jadi sangat canggung.
Saat itulah, ia seperti mulai menyadari sesuatu.
Du Zhongming benar-benar tidak bercanda. Yang dimaksud Lin Fan adalah Direktur Utama, itu nyata!
Seketika ia menoleh, menatap Lin Fan dengan ketakutan.
Dengan suara gemetar, ia berseru, “Kau... kau Direktur Utama Da Qin Farmasi?!”