Bab 56: Satu lagi bos wanita antagonis, Xia Bingli!
Yang tersaji di hadapan pandangan Gu Han bukan sekadar lekuk sesosok tubuh yang mampu membuat darah siapa pun di dunia ini mendidih.
Di bawah alis tipis yang sedikit bertaut, sepasang mata yang sedang menatapnya tampak berkabut basah, seolah mengalirkan gelombang kabut tipis, membawa daya tarik magis yang menjerat jiwa.
Bibir kemerahan yang jernih itu sedikit mengerucut, seolah sedang tersenyum tipis. Kelopak bibirnya yang berwarna merah jambu pucat bahkan lebih lembut daripada bunga persik, menggoreskan keelokan yang bahkan lautan bunga pun tak mampu menandinginya.
Yang semakin memberikan hantaman visual adalah bentuk tubuhnya yang molek hingga ke tingkat ekstrim.
Meskipun pipinya masih menyembulkan rona kemerahan muda yang suci dan polos, bentuk tubuh wanita mana pun yang pernah ia lihat seumur hidupnya tidak ada satu pun yang dapat dibandingkan dengannya.
Di bawah pinggang yang ramping, pinggulnya montok dan sintal, terutama sepasang kaki giok putih mulus yang tersembunyi samar di balik jubah putih dengan lekuk garis yang sempurna, begitu panjang hingga membuat orang terperangah.
Namun, dibandingkan dengan kecantikan pihak lain yang hampir membuat segala warna di dunia ini memudar.
Gu Han lebih peduli pada latar karakter wanita di hadapannya ini di dalam keseluruhan buku!
Ia juga merupakan bos antagonis wanita yang sangat kuat di dalam buku ini, Xia Bingli!
Dalam alur cerita asli, Penguasa Iblis Bulan Darah Han Mengyao tewas di bawah pedang Ye Qingyun, dan setelah rencana memurnikan Daratan Tengah gagal, babak baru alur cerita pun terbuka.
Beberapa tanah suci yang memiliki hubungan baik dengan sang protagonis, pada akhirnya karena berbagai alasan, berkonfrontasi dengan Menara Feixian yang berada di belakang Xia Bingli.
Berdasarkan fondasi dan kekuatan Menara Feixian, memusnahkan beberapa tanah suci bukanlah hal yang sulit.
Kenyataannya memang demikian, beberapa tanah suci hampir musnah di bawah tekanan kekuatan mutlak.
Ye Qingyun yang menjadi sekutunya juga diburu oleh Menara Feixian hingga melarikan diri ke ujung dunia, sempat terpojok hingga nekat melakukan apa saja.
Pada akhirnya, tampaknya ada kekuatan besar yang mirip dengan Alam Abadi, setelah menahan kekuatan utama Menara Feixian.
Kekuatan cabang Menara Feixian di dunia ini baru perlahan-lahan dicabut sepenuhnya.
Pada akhirnya, Xia Bingli, di bawah pengawalan sisa kekuatan cabang Menara Feixian, terpaksa meninggalkan Benua Xuanxu dan kembali ke Alam Abadi, membuat alur cerita tersebut untuk sementara berakhir.
Peristiwa setelahnya tidak begitu ia ketahui.
Namun, menurut sifat khas dari novel web klasik bertema protagonis yang mendominasi ini.
Seorang antagonis wanita yang mampu memojokkan protagonis hingga separah itu, akhir hidupnya pasti akan sama tragisnya.
Tentu saja, hal yang membuat Gu Han merasa rumit bukan hanya fondasi dan kekuatan besar yang dimiliki di belakang Xia Bingli.
Kepribadian wanita itu justru cenderung seorang yang *yandere*!
Seorang *yandere* dengan hasrat mendominasi dan mengendalikan yang sangat kuat!
Begitu hubungan dengannya tidak ditangani dengan baik, hal itu sangat mudah memicu akibat yang sangat buruk.
Gu Han menatap wanita di hadapannya, melangkah maju, lalu dengan kibasan lengan bajunya yang lebar, secara alami merangkul pinggang ramping Xia Bingli.
Hal ini membuat Xia Bingli yang tadinya masih menyimpan sedikit amarah seketika mematung di tempat, bahkan wajah cantiknya tampak sedikit kebingungan.
"Belakangan ini ada sedikit perubahan, ditambah lagi aku memiliki beberapa urutan yang harus diselesaikan."
"Pikiran awalku adalah menyelesaikan urusan-urusan ini terlebih dahulu baru pergi mencarimu."
Berbeda sekali dengan penampilan luar Xia Bingli yang dingin dan menjaga jarak.
Pinggangnya ramping dan lembut, kehangatan yang empuk, ditambah aroma harum yang menyergap indra penciuman, memberikan perasaan memabukkan bagi siapa pun.
Wajahnya yang sangat cantik sebening giok domba, rambut hitam legamnya terurai menari bersama angin sepoi-sepoi, membawa keindahan surealis yang memukau dan membingungkan.
Terutama ketika dilihat dari jarak dekat seperti ini.
Xia Bingli yang biasanya tampak begitu anggun, dingin, dan angkuh, justru memancarkan semacam kepolosanan yang tidak kalah dari seorang gadis muda.
Kombinasi temperamen dan kecantikan semacam ini membuat Gu Han, yang telah hidup melalui beberapa reinkarnasi, mau tak mau melirik beberapa kali lagi.
Pada saat inilah, Xia Bingli yang tadinya penurut dan membiarkan pinggangnya dirangkul tiba-tiba sedikit mengernyitkan alis halusnya.
Sepasang mata indah bagai bintang itu tiba-tiba terangkat, menatap lurus ke dalam mata Gu Han.
Pada akhirnya, seolah-olah ia telah memastikan sesuatu.
Tangan kirinya mengulur, tiba-tiba mencengkeram tangan kanan Gu Han.
Sementara tangan kanannya mengulurkan satu jari giok yang putih bersih dan ramping, dengan lembut membelai dada Gu Han, berkelana di antara gerakannya, dan akhirnya tepat jatuh di posisi jantungnya.
"Baru beberapa lama kita tidak berjumpa..."
"Kenapa di tubuhmu jadi ada bau orang lain?"
Sambil berbicara, ia dengan lembut mencengkeram tangan kanan Gu Han dan mengangkatnya.
"Lagipula, dia sepertinya juga meninggalkan semacam tanda khusus di tubuhmu ini. Padahal bahkan aku sendiri belum pernah meninggalkan tanda eksklusifku di tubuhmu..."
Suara Xia Bingli sangat lembut, merdu bagai mata air yang mengalir.
Namun, jika didengarkan dengan sedikit seksama, seseorang dapat mendengar semacam hawa dingin yang terkandung di lubuk suaranya.
Hal ini membuat Gu Han, yang telah mampu mengendalikan otot-otot wajahnya dengan sempurna, hampir tidak dapat menahan kedutan di sudut bibirnya.
Kultivasi Xia Bingli meskipun kuat, toh belum mencapai tingkat Alam Kaisar, bukan?
Lalu bagaimana caranya ia bisa merasakan tanda khusus yang ditinggalkan oleh Su Lengyue, yang pernah mencapai Alam Kaisar, di tubuhnya?
Pikiran di dalam hatinya segera ditekan.
Di permukaan, Gu Han sama sekali tidak menunjukkan keanehan apa pun.
Gerakannya hanya berbalik mencengkeram tangan giok Xia Bingli secara alami dan lancar.
"Kau tahu sendiri, saat ini aku masih berada di Puncak Baiyu Sekte Pedang Wen, sehingga tak bisa dihindari untuk berinteraksi dengan Mo Bailing."
"Dia memang pernah meninggalkan tanda mantra khusus di tubuhku waktu itu."
"Tetapi telah sepenuhnya kuhancurkan belum lama ini, mungkin masih tersisa sedikit bekas aura, sebuah masalah sepele yang tidak penting, jangan terlalu dipikirkan."
Cara terbaik menghadapi seorang *yandere* adalah dengan memegang kendali inisiatif.
Berusaha agar hasrat mendominasi dan mengendalikan miliknya senantiasa berada dalam keadaan jeda.
Urusan tentang Su Lengyue belum bisa dibeberkan kepada Xia Bingli.
Jika tidak, sesuai dengan kebiasaannya, ia kemungkinan besar akan langsung mendatangi tempat itu.
Jika pertikaian internal terjadi karenanya, bukankah ini sama saja dengan memberikan kesempatan bagi si bajingan Ye Qingyun untuk menusuk dari belakang?
Merasakan kehangatan yang mengalir dari telapak tangan, serta aroma kelelakian yang menerpa wajah, membuat pipi Xia Bingli yang berpenampilan sedingin es itu mau tak mau merona merah.
Meskipun ia lebih suka menjadi pihak yang mengambil inisiatif.
Namun, tempat ini berada di sebuah gang sepi, dan lagipula tidak ada orang yang melihat.
Biarkan dirinya sedikit merugi saja.
Xia Bingli, yang tangannya digenggam oleh Gu Han, tidak melakukan perlawanan dan membiarkan dirinya ditarik berjalan oleh Gu Han.
Karena kecantikannya yang terlampau menakjubkan hingga mampu membangkitkan kobaran nafsu di lubuk hati makhluk hidup mana pun, serta identitasnya sendiri yang sangat sensitif.
Setelah keluar dari gang tersebut, Xia Bingli juga menggunakan semacam ilmu sihir khusus untuk sedikit mengubah bentuk tubuh dan penampilannya.
Namun meski begitu, hal ini tetap memicu banyak kultwator di jalanan untuk berhenti dan melirik.
Terutama para kultivator pria yang tak terhitung jumlahnya, di dalam mata mereka tanpa sadar terpancar semacam rasa terpesona yang mendalam, berkeinginan mendekatinya dengan segala cara.....
Menghadapi hal ini, Gu Han juga merasa sedikit tak berdaya.
Bagaimanapun, dalam pengaturan alur cerita asli, Xia Bingli adalah seorang wanita jelmaan iblis penghancur dunia yang berwajah luar biasa cantik.
Bukan hanya karena paras rupanya yang sudah menonjol sejak kecil, melainkan juga karena konstitusi bawaannya yang sangat kuat dan unik.
Hal itu selalu mampu memengaruhi jiwa para kultivator secara tak terlihat, sehingga memicu efek semacam pesona memikat.
Bahkan jika ia mengubah wujudnya untuk menahannya, efek pesona yang tak kasat mata ini tetap saja akan berfungsi.
"Enyah."
Pandangan-pandangan di sekeliling membuat Xia Bingli merasa sedikit jijik dan muak.
Aura mengerikan seketika tersapu keluar dari dalam tubuhnya.
Para kultivator yang tadinya bermata sayu itu seketika merasa seolah-olah disambar petir, pupil mata mereka menciut, wajah mereka pucat, sepenuhnya diselimuti oleh rasa takut.
Keinginan dan ketergantungan pada kecantikan saat itu juga lenyap tak bersisa dalam sekejap.
Entah itu hanya khayalan atau bukan, sesaat sebelumnya mereka seolah-olah melihat pemandangan alam penyucian yang dipenuhi lautan darah dan tumpukan mayat!