Bab 161: Taring Mayat Didapat, Berhasil Melarikan Diri!
Pemimpin zombi itu melihat gigi di mulut Wencai tumbuh begitu panjang hingga tak masuk akal, dan seluruh zombi itu langsung tercengang!
Tidak berani bersikap gegabah, ia buru-buru memimpin sekumpulan anak buah zombi untuk bersujud hormat kepada Wencai...
Wencai juga merasa agak kebingungan, menoleh untuk melihat Kunsheng, namun mendapati Kunsheng diam-diam mengacungkan jempol padanya!
Wencai langsung merasa tenang, dan segera mengangkat kepalanya, berlagak sombong dan angkuh!
Melihat hal itu, zombi pemimpin mundur beberapa langkah dan memberikan beberapa perintah kepada zombi perempuan di sampingnya.
Setelah itu, tampak zombi perempuan dengan wajah tersipu malu melompat ke hadapan Wencai...
Wencai menoleh ke arah Kunsheng dan bertanya:
"Hei, apa yang dia lakukan?"
Kunsheng menajamkan telinganya dan mendengarkan dengan seksama, matanya langsung berbinar!
Untung saja di perjalanan tadi sempat belajar bahasa zombi!
Bukankah ini saatnya ilmu itu berguna?
"Dia bilang dia jatuh cinta pada taringmu, kalau kamu juga tertarik padanya, sikat saja!"
Wencai menatap Kunsheng dengan ekspresi seolah melihat hantu, tatapannya seolah bertanya:
'Kau tidak apa-apa?'
Sudut mulut Kunsheng berkedut, dan ia buru-buru mengingatkan:
"Kesempatan bagus! Cabut giginya~"
Mendengar itu, Wencai seketika paham!
Ia lalu menoleh ke arah zombi perempuan dan mulai mengerlingkan matanya. Zombi perempuan itu mengerti, dan berjalan bersama Wencai ke ruangan di sebelah!
Sekumpulan zombi yang melihat itu masih ingin mengikuti, Kunsheng buru-buru menghalangi di depan pintu sambil memamerkan taringnya...
Di sisi lain, setelah Wencai membawa zombi perempuan masuk ke dalam ruangan, ia dengan cepat mengeluarkan jimat penjinak zombi dari topi jeraminya dan menempelkannya di kepala zombi tersebut!
Tanpa berani membuang waktu, ia segera mengeluarkan gergaji dan mulai menggergaji...
Di luar pintu, Kunsheng menyaksikan gerombolan zombi itu perlahan-lahan bubar, namun hatinya bergemuruh hebat!
'Semua adalah zombi loncat! Sialan, tadinya kukira mereka adalah zombi berbulu!'
Benar, zombi-zombi di sini semuanya adalah zombi loncat yang memiliki sedikit kesadaran!
Justru karena zombi-zombi ini telah memiliki kesadaran, dan kesadaran mereka belum tinggi, hal inilah yang dimanfaatkan oleh Kunsheng dan Wencai!
Saat Kunsheng masih merasa bersyukur, Wencai keluar sambil membawa sebuah kantong...
"Sudah kudapatkan, lalu apa selanjutnya?"
Melihat gerombolan zombi masih memblokir pintu masuk, Kunsheng menunjuk ke lantai atas dan berkata:
"Kau naiklah dulu, aku akan mencari cara untuk menyelamatkan Taois Huang, lalu kita memanfaatkan saat zombi lengah untuk melompat turun dari lantai atas dan kabur!"
Mendengar itu, Wencai mengangguk dan berjalan dengan mengendap-endap ke lantai atas. Namun, baru beberapa langkah menaiki tangga, jalannya sudah dihadalangi oleh dua zombi yang turun dari atas...
Hoh-hoh~ (Mau ke mana?)
Wajah Wencai berubah pahit, ia menoleh ke belakang menatap Kunsheng...
Melihat itu, Kunsheng juga merasa tak berdaya, dan terpaksa melambaikan tangan menyuruh Wencai turun terlebih dahulu.
Namun tepat pada saat itu, tanpa disadari oleh Kunsheng, seekor zombi menyelinap masuk ke dalam ruangan...
Hoh-hoh~ (Mereka berdua bukan zombi!)
"Gawat!"
Mendengar suara yang datang dari dalam ruangan, Kunsheng tahu ada malapetaka besar, ia buru-buru berlari ke tengah aula, memanggul Taois Huang di punggungnya, lalu kabur!
Benar saja, belum sempat Kunsheng melangkah jauh sambil memanggul Taois Huang, gerombolan zombi itu sudah mengepung mereka!
Melihat situasi tersebut, Taois Huang buru-buru berkata: "Adik kecil, cepat turunkan aku dan kaburlah sendiri! Aku akan mencari cara untuk mengulur waktu buat kalian!"
Kunsheng tidak memedulikannya. Bercanda, ini sekumpulan zombi loncat, kalau menurunkanmu apa bisa langsung kabur?
Jika nanti zombi-zombi ini sampai menghisap darah sang Taois, maka benar-benar tidak ada jalan ke surga dan tidak ada pintu ke bumi!
"Kunsheng, selamatkan aku!"
Tepat pada saat itu, teriakan minta tolong Wencai terdengar di telinga Kunsheng!
Kunsheng menoleh dan melihat Wencai sudah terdesak ke sudut tembok oleh para zombi!
Tanpa sempat berpikir panjang, Kunsheng segera menyambar sebatang kayu yang kokoh, mengincar celah saat para zombi melompat, lalu mengayunkannya dengan sekuat tenaga secara horizontal!
Bum~
Zombi-zombi itu sedang berada di udara tanpa pijakan, begitu disapu dengan kuat oleh Kunsheng, mereka pun berjatuhan ke lantai!
Melihat itu, Wencai buru-buru berlari ke arah Kunsheng, namun jumlah zombi terlalu banyak!
Baru berlari beberapa langkah, jalannya sudah dihadang oleh zombi. Tak punya pilihan lain, Wencai terpaksa memanjat tiang menggunakan tangan dan kakinya...
Melihat Wencai untuk sementara aman, Kunsheng akhirnya bisa bernapas lega, dan mulai bertarung melawan gerombolan zombi dengan memanfaatkan ruangan yang sempit...
Sejak Lin Ye mulai berlatih, berkultivasi terasa semudah makan dan minum! Berbagai macam teknik sihir pun dapat dikuasai dengan mudah!
Merasa terpancing, Kunsheng tidak lagi bermalas-malasan dan berlatih dengan tekun setiap hari. Bawaannya memang sudah lumayan, ditambah kerja keras selama beberapa bulan terakhir, kini Kunsheng sudah setengah kaki menginjak ranah pemurnian energi menuju roh!
Kultivasinya meningkat pesat, dipadukan dengan teknik penguatan tubuh tingkat tinggi, bahkan saat menghadapi banyak zombi loncat sekaligus, Kunsheng tetap bisa memanfaatkan keunggulan medan untuk bertempur sejenak!
Hanya saja, jika terlalu lama, ujung-ujungnya pasti akan berakhir pada kematian dan kehancuran jiwa!
Kunsheng sangat tahu bahwa berlama-lama tidak ada untungnya bagi dirinya, jadi ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan segenggam jimat ungu!
Jimat-jimat ungu ini adalah jimat penjinak zombi yang biasanya diberikan oleh Lin Ye untuk perlindungan dirinya!
Tanpa sempat merasa sayang, ia segera mengerahkan energi sejati (qi) dan melemparkannya dengan kuat ke udara!
Seketika itu juga, belasan jimat penjinak zombi ungu berjatuhan bagaikan bunga, membuat banyak zombi yang tidak sempat menghindar terkunci di tempat!
Memanfaatkan kesempatan ini, Kunsheng segera mengerahkan teknik meringankan tubuh seperti cicak di dinding, memanggul Taois Huang di punggungnya, dan dalam beberapa gerakan saja sudah naik ke lantai dua!
Melihat Kunsheng lepas dari bahaya, Wencai buru-buru meminta tolong: "Kunsheng, selamatkan aku, jangan tinggalkan aku sendirian..."
Kunsheng menoleh ke belakang, tiang yang dipeluk Wencai ternyata tidak jauh dari posisinya!
Ia lalu melepas sehelai kain yang digunakannya sebagai sabuk dan melemparkannya dengan kuat ke arah Wencai.
"Wencai, tangkap!"
Wencai buru-buru mengulurkan tangan dan meraihnya. Kunsheng menariknya dengan kuat, dan berhasil menyeret Wencai ke sisinya...
"Cepat! Dobrak pintu, lompat turun!"
Kunsheng menendang pintu kamar hingga terbuka, dan tanpa ragu-ragu langsung melompat turun!
Menoleh ke belakang dan melihat Wencai masih belum ikut melompat, ia buru-buru mendesak: "Cepat lompat!"
Wencai gemetar ketakutan melihat ke bawah, dan berkata dengan ekspresi menangis: "Aku takut ketinggian~"
Sudut mulut Kunsheng berkedut. Tidak sempat menceramahi Wencai, ia melihat ke kiri dan kanan, lalu buru-buru mendorong sebuah gerobak jerami ke dekat sana!
"Cepatlah!"
Wencai tadinya masih ragu-ragu, tetapi para zombi di belakang sudah mengejar sampai dekat!
Wencai mengertakkan gigi, memejamkan mata, dan langsung melompat turun!
Untung saja ada gerobak jerami yang didorong oleh Kunsheng di bawah untuk menyambutnya, kalau tidak, dengan cara melompat seperti itu, pantat Wencai bisa terbelah menjadi delapan bagian!
Kunsheng tidak berani membuang waktu, meletakkan Taois Huang di atas gerobak, menempelkan jimat depatan kecepatan pada dirinya sendiri, lalu mendorong gerobak itu dan berlari kencang!
Gerombolan zombi saling dorong untuk berdesakan keluar pintu, namun karena zombi terlalu banyak dan pintunya terlalu kecil, mereka malah tersangkut dalam sekejap!
Hal ini justru memberi kesempatan bagi Kunsheng untuk kabur!
Tampak Kunsheng mendorong gerobak kecil itu, kabur meninggalkan kota tanpa menoleh ke belakang!
Setiba di tempat parkir sepeda, Kunsheng dan Wencai mendudukkan Taois Huang di tengah sepeda, lalu keduanya naik bergantian di depan dan belakang, dan mulai mengayuh dengan sekuat tenaga...
Tidak bisa tidak mengayuh dengan kuat!
Dari kejauhan saja, Kunsheng sudah bisa mendengar sekumpulan zombi di belakang berteriak-teriak ngotot ingin mengejar mereka!
Mendengar suara raungan zombi di belakang, Wencai merasa sangat ketakutan!
Sambil mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga, ia menyebarkan beras ketan ke tanah...
Mau bagaimana lagi... bisa menghalangi sesaat ya dihalangi sesaat!
Untungnya pada saat itu Kunsheng mendapat kilasan inspirasi, ia mengeluarkan jimat kecepatan dan menempelkannya pada sepeda, membuat laju sepeda tiba-tiba meningkat drastis!
Mata keduanya berbinar, dan mereka semakin bersemangat mengayuh, bahkan berhasil mengayuh sepeda itu hingga terasa seperti kereta cepat!
…………