Bab 27: Musibah Menimpa Zhao Feixue
Halaman 1/3
Mendengar ucapan Zhao Feixue, hati Chen Bing terguncang.
Pantas saja Feng Changqing terasa begitu akrab. Ternyata dia adalah anggota Perguruan Gerbang Gaib.
Selama beberapa malam terakhir, Chen Bing juga sempat mencari informasi tentang Perguruan Gerbang Gaib di internet, tetapi sama sekali tidak menemukan apa pun.
Namun, dia tahu bahwa lelaki tua yang dahulu turun dari langit, lalu berubah menjadi cahaya gemerlap dan mewariskan Sembilan Jarum Pembalik Kehidupan kepadanya, adalah pemimpin Perguruan Gerbang Gaib.
Sebelum tubuhnya menghilang, lelaki tua itu menyerahkan kedudukan pemimpin perguruan kepadanya. Ia juga berpesan agar Chen Bing tidak mengungkapkan rahasia Sembilan Jarum Pembalik Kehidupan sebelum memiliki kekuatan yang cukup.
Selain itu, setelah menjadi lebih kuat kelak, Chen Bing harus pergi ke kediaman keluarga Zhao di ibu kota untuk membantunya.
Dengan kata lain, saat ini Chen Bing sebenarnya adalah pemimpin Perguruan Gerbang Gaib.
Hanya saja, dia sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang perguruan tersebut.
“Kenapa? Kau juga pernah mendengar tentang Perguruan Gerbang Gaib?” tanya Zhao Feixue ketika melihat Chen Bing tampak terkejut dan termenung.
“Tidak, aku hanya penasaran,” jawab Chen Bing.
“Aku sendiri tidak banyak tahu tentang perguruan itu. Kalau kau ingin mengetahuinya, carilah waktu untuk bertanya kepada Kakek. Pengetahuan Kakek pasti lebih banyak dariku,” usul Zhao Feixue.
Chen Bing mengangguk. Di dalam hati, dia sudah memiliki rencana.
Karena Feng Changqing adalah anggota Perguruan Gerbang Gaib, sebagai pemimpinnya, Chen Bing seharusnya memiliki hak untuk menanganinya.
Namun sebelum itu, dia harus terlebih dahulu memahami informasi penting mengenai Perguruan Gerbang Gaib.
Setelah berbincang singkat, Zhao Feixue pamit, lalu masuk ke mobil dan pergi.
Chen Bing pun langsung kembali ke rumah.
•••
Malam begitu gelap, sementara angin berembus kencang. Zhao Feixue mengendarai mobil sport merahnya menyusuri jalan yang dinaungi pepohonan rindang.
Angin malam yang sejuk membuatnya merasa nyaman. Kondisi kakeknya telah pulih cukup banyak, sehingga suasana hatinya pun jauh lebih baik.
Dia sama sekali tidak menyadari bahwa beberapa mobil hitam tiba-tiba melaju dari arah depan dan belakangnya.
Zhao Feixue terkejut dan segera membanting kemudi, tetapi semuanya sudah terlambat.
Mobil sport mewahnya langsung dihadang. Sekelompok besar pria bersetelan jas bergegas turun dari beberapa mobil hitam itu.
Halaman 1/3
Halaman 2/3
Semua pria bersetelan jas tersebut menutupi wajah mereka. Gerakan mereka sangat seragam dan cepat.
Dalam kepanikan, Zhao Feixue segera bereaksi. Dia membuka pintu mobil dan memelototi para pria yang mengepungnya.
“Kalian siapa? Apa yang kalian inginkan?” bentaknya.
Pemimpin kelompok itu merendahkan suaranya. “Nona Zhao, silakan ikut bersama kami.”
Hati Zhao Feixue mencelos. Tadinya dia hendak menyebutkan identitasnya, tetapi ternyata orang-orang ini memang datang untuk menculik dirinya.
Keluarga Zhao dari Yunzhou merupakan keluarga paling berpengaruh di wilayah tersebut. Kekuasaan mereka begitu besar, dan belum pernah ada yang berani menyerang anggota keluarga Zhao—terlebih lagi dirinya adalah putri keluarga itu!
“Siapa kalian? Kalau kalian tahu identitasku, apa kalian tidak takut keluarga Zhao menuntut pertanggungjawaban?” Zhao Feixue berusaha mengintimidasi mereka, tetapi jelas tidak membuahkan hasil.
“Segera bergerak!”
Pemimpin itu melambaikan tangan. Anak buahnya langsung menyerbu, mengikat Zhao Feixue secara paksa, lalu membungkam mulutnya. Dengan gerakan cepat dan terlatih, mereka membawanya masuk ke sebuah mobil hitam yang kemudian menghilang di ujung jalan.
Seluruh proses itu berlangsung kurang dari lima menit. Perempuan tercantik di Yunzhou, putri keluarga Zhao, Zhao Feixue, telah diculik.
Setengah jam kemudian, keluarga Zhao menerima kabar tersebut.
Zhao Feixue telah menghilang!
Seketika, seluruh keluarga Zhao diliputi amarah. Tuan Besar Zhao turun tangan sendiri dan segera melakukan beberapa panggilan telepon, mengerahkan seluruh pengaruh keluarga Zhao untuk menutup semua jalur keluar-masuk Yunzhou.
Chen Bing baru saja kembali ke rumah dan hendak duduk bersila untuk berkultivasi ketika ia menerima telepon langsung dari Tuan Besar Zhao.
Setelah mengetahui bahwa Zhao Feixue telah diculik setengah jam sebelumnya, Chen Bing juga sangat terkejut. Dia segera mengenakan pakaian dan bergegas menuju kediaman keluarga Zhao.
Ketika Chen Bing tiba di sana, keluarga Zhao sudah kacau-balau. Banyak petinggi keluarga Zhao telah dikerahkan.
Tuan Besar Zhao juga mondar-mandir dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.
“Tuan Zhao, siapa yang begitu berani menculik Nona Zhao?” tanya Chen Bing setelah menghampirinya.
“Sialan! Mereka benar-benar sudah bosan hidup. Di Yunzhou, masih ada orang yang berani menyentuh anggota keluarga Zhao-ku, bahkan menculik Feixue!” Zhao Ziqian murka. Dia sendiri telah memerintahkan anak buahnya menutup jalan-jalan utama Yunzhou dan kini sedang memeriksa rekaman kamera pengawas satu per satu.
Tuan Besar Zhao tampak serius tanpa mengatakan apa-apa.
Namun, Chen Bing dapat melihat bahwa lelaki tua itu kemungkinan besar sudah mengetahui pelakunya. Bahkan Chen Bing sendiri bisa menebaknya.
Masalah ini kemungkinan besar berkaitan dengan Li Fei, yang datang dari ibu kota provinsi, serta Feng Changqing. Sebab, selain Li Fei, tidak ada seorang pun di Yunzhou yang berani mencelakai Zhao Feixue!
“Tuan Zhao, saya menduga penculikan Nona Zhao berkaitan dengan Li Fei dan Feng Changqing!” Chen Bing mengungkapkan dugaannya secara langsung.
“Orang tua ini sudah mengetahui hal itu,” jawab Tuan Besar Zhao sambil merenung. Namun, keluarga Li memiliki bisnis besar dan pengaruh kuat di ibu kota provinsi—bahkan kekuatan mereka berada di atas keluarga Zhao dari Yunzhou.
Halaman 2/3
Halaman 3/3
Terlebih lagi, kini muncul Feng Changqing yang misterius. Dialah yang paling merepotkan.
Selain itu, semua ini baru sebatas dugaan yang masuk akal. Belum ada bukti nyata.
“Tuan Zhao, saya akan menemani Anda ke sana. Bagaimanapun juga, kita harus menguji sikap Feng Changqing dan Li Fei secara langsung,” usul Chen Bing.
Tuan Besar Zhao menghela napas. Setelah berpikir sejenak, dia mengangguk tanpa banyak keraguan dan segera memerintahkan bawahannya, “Siapkan mobil!”
Pada saat yang sama, di sebuah vila rahasia di Yunzhou.
Feng Changqing dan Li Fei duduk santai dengan kaki terangkat, mendengarkan laporan langsung dari Li Guoqing.
“Tuan Muda Li, Tabib Feng, semuanya sudah beres. Semua orang yang terlibat telah dibungkam. Saat ini, Zhao Feixue ditahan di sebuah tempat persembunyian rahasia!” ujar Li Guoqing dengan wajah penuh hormat.
Dialah yang turun tangan sendiri dan mengambil risiko menculik Zhao Feixue.
Itulah tanda kesetiaan yang dipersembahkan seluruh keluarga Li.
Bagaimanapun juga, di Yunzhou, benar-benar tidak ada orang lain yang cukup berani untuk menculik Zhao Feixue.
“Bagus. Jasa ini akan kuingat. Ingat, jangan sampai siapa pun membocorkan masalah ini, termasuk putramu yang tidak berguna itu. Mengerti? Kalau kau berani membocorkan sepatah kata pun, aku jamin seluruh keluarga Li akan kuhancurkan,” ancam Li Fei.
“Tenang saja, Tuan Muda Li. Saya tahu apa yang harus dilakukan,” jawab Li Guoqing.
Dia menahan kegembiraan di dalam hati, membayangkan keluarga Li akan semakin berkembang dengan bantuan Li Fei dan Feng Changqing.
Saat itu, telepon Li Guoqing berdering. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan mengangkatnya.
Beberapa detik kemudian, Li Guoqing menutup telepon dan berkata dengan hormat, “Tuan Muda Li, Tabib Feng, Zhao Dingshan sedang dalam perjalanan kemari bersama pria bermarga Chen itu dan Zhao Ziqian.”
“Hmph, lalu kenapa?” Li Fei berkata dengan acuh tak acuh. “Sekalipun lelaki tua itu mencurigai kita, dia tidak memiliki bukti apa pun. Sekarang Zhao Feixue sudah berada di tangan kita. Kalau bukan karena rumor yang selama ini beredar, hanya dengan satu kalimat dariku, seluruh keluarga Zhao bisa kuhancurkan.”
Melihat Li Fei sama sekali tidak peduli, Feng Changqing berdeham pelan.
“Masalah ini sangat penting. Segera bawa Zhao Feixue secara diam-diam ke ibu kota provinsi. Aku akan tetap di Yunzhou untuk menghadapi lelaki tua Zhao Dingshan itu.”
“Sekalian beri pelajaran kepada keluarga Zhao. Dengan begitu, anak bermarga Chen itu juga bisa kita singkirkan.”
“Baiklah. Kalau begitu, aku serahkan kepadamu,” kata Li Fei tanpa banyak bicara.
Baik dirinya maupun Feng Changqing sama-sama bekerja untuk Mu Qingyun, sehingga tidak seorang pun dari mereka berani bersikap lalai.
Setelah mencapai kesepakatan, Li Fei segera berangkat bersama Li Guoqing menuju tempat Zhao Feixue ditahan.
Sementara itu, Feng Changqing bangkit dengan tenang. Seringai dingin menghiasi wajahnya ketika dia meninggalkan tempat itu untuk menghadapi Tuan Besar Zhao—sekaligus menyingkirkan Chen Bing.