Bab 58 Sekali Lagi Aliansi Bela Diri
Setiba di tempat tujuan, Lin Fan melihat Yan Feng sedang duduk dengan ekspresi muram.
Di wajahnya, bahkan masih samar-samar terlihat bekas lebam kebiruan.
"Ada apa denganmu? Dilihat dari tampangmu, jangan-jangan kamu baru saja dicampakkan perempuan lalu dikejar-kejar?"
Lin Fan tersenyum dan duduk di hadapannya.
"Bukannya begitu, kalau aku yang mencampakkan orang sih tidak masalah. Masalahnya sekarang, aku sepertinya sedang dalam masalah besar," keluh Yan Feng.
Lin Fan mengerutkan kening, lalu berkata dengan nada tidak senang, "Coba lihat dirimu itu, masalah besar apa yang tidak bisa diselesaikan?"
Yan Feng mendesah. "Dewa Perang, bukannya aku ingin membantumu mencarikan tempat, dan hari ini aku memang sudah menemukannya serta hampir mencapai kesepakatan. Tapi, pada akhirnya tempat itu malah diserobot orang lain. Aku tidak terima, lalu berdebat dengan mereka, dan akhirnya berujung pada adu fisik."
Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Siapa sangka, pihak lawan ternyata adalah orang dari Aliansi Bela Diri."
"Orang dari Aliansi Bela Diri?" tanya Lin Fan terkejut.
"Betul, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan orang-orang Aliansi Bela Diri. Sikap mereka sangat menjijikkan. Kalau saja aku tidak berlari lebih cepat, aku mungkin sudah dihabisi oleh mereka," ucap Yan Feng dengan perasaan ngeri.
"Kamu yakin tidak memprovokasi mereka duluan? Yakin posisimu berada di pihak yang benar?" tanya Lin Fan menatapnya datar.
Yan Feng menepuk dadanya seraya berkata dengan sungguh-sungguh, "Dewa Perang, meskipun sekarang aku berkecimpung di dunia hitam, aku bukanlah tipe orang yang tidak masuk akal, dan aku juga tidak pernah melakukan hal-hal kotor."
"Masalah kali ini benar-benar ulah keparat-keparat Aliansi Bela Diri yang menindas orang dengan kekuasaan mereka!"
Lin Fan mengangguk. "Ceritakan kronologinya."
Yan Feng pun segera menceritakan seluruh kejadian tersebut. Semakin mendengarkan, Lin Fan merasa semakin kesal. "Sepertinya Aliansi Bela Diri sekarang sudah mulai membusuk dari akarnya, masalah seperti ini terus saja terjadi beruntun."
"Ayo pergi, aku akan membantumu membalaskan dendam."
Ia bangkit berdiri dan melangkah keluar.
Yan Feng sangat gembira dan buru-buru mengikuti di belakang. "Dengan turun tangan Dewa Perang, keparat-keparat itu pasti akan hancur!"
Tidak lama kemudian, keduanya tiba di depan sebuah ruko yang memasang plang bertuliskan 'Disewakan'.
"Di sini tempatnya?"
Lin Fan mengamati sekeliling. Lingkungannya cukup bagus, meski tidak berada di jalan utama, jalannya cukup lebar dan akses lalu lintasnya sangat mudah.
"Betul, kawasan ini cukup ramai penduduk. Dan satu lagi, banyak orang kaya yang tinggal di sekitar sini. Membuka klinik di tempat ini dijamin tidak akan salah," kata Yan Feng.
Lin Fan mengangguk. Tempat ini memang sangat strategis. Jika reputasinya sudah terbangun, pasti bisa mendatangkan banyak keuntungan.
Tentu saja, mencari uang bukanlah tujuan utamanya; ia hanya ingin mencari alasan untuk membungkam mulut orang-orang itu.
"Ngomong-ngomong, di jalan ini juga ada sebuah klinik pengobatan tradisional Tiongkok. Jika kita buka di sini, dikhawatirkan akan memicu ketidaksenangan dari pihak mereka," ujar Yan Feng tiba-tiba.
Lin Fan tertegun sejenak. "Bagaimana reputasi mereka? Bagaimana kemampuan medisnya?"
"Reputasinya biasa saja, dan bisnis mereka juga tidak begitu lancar," jawab Yan Feng sambil menggelengkan kepala.
Lin Fan tersenyum. "Kalau begitu tidak ada masalah. Kalau bisnis mereka bagus, lain cerita. Tapi kalau sepi, itu membuktikan kemampuan mereka memang kurang. Aku datang ke sini juga tidak bisa dikatakan merebut pelanggan."
"Benar juga, lagipula kalaupun merebut pelanggan memangnya kenapa? Dewa Perang memiliki ilmu medis yang luar biasa, menghancurkan mereka dengan mudah adalah hal sepele!" canda Yan Feng sambil terkekeh.
Tepat saat mereka berbicara, beberapa orang keluar dari ruko tersebut. Begitu melihat Yan Feng, mereka langsung tertawa terbahak-bahak. "Kalian lihat, bajingan itu ternyata masih berani datang!"
Mata Lin Fan menyipit. Benar-benar orang Aliansi Bela Diri!
"Barusan, kalian yang memukul saudaraku?"
Tanpa memedulikan Yan Feng, ia langsung melangkah maju dan bertanya kepada orang-orang itu.
"Siapa kamu? Urusan Aliansi Bela Diri, apa perlu melapor kepadamu?" tanya orang yang berada di tengah dengan nada arogan.
Lin Fan tersenyum dingin. "Begitu hebatnya Aliansi Bela Diri sekarang? Bisa memukul orang sembarangan?"
"Lalu kenapa kalau memang iya? Wahai anak muda, karena kamu satu komplotan dengannya, sepertinya kamu juga bukan orang baik. Kalau kami hajar juga, mau apa?" kata orang itu dengan nada meremehkan, lalu langsung melayangkan tinjunya.
Kilatan dingin melintas di mata Lin Fan. Ia tidak menyangka orang-orang Aliansi Bela Diri begitu arogan. Tampaknya jika tidak memberi mereka pelajaran yang setimpal hari ini, mustahil bisa meredam keangkuhan para bajingan ini.
Melihat Lin Fan tidak menghindar, senyum remeh di wajah orang itu semakin menjadi-jadi.
Namun, detik berikutnya, rasa sakit yang luar biasa mendera wajahnya.
"Plak!"
Lin Fan hanya melayangkan satu tamparan yang telak menghantam wajah lawannya.
Seketika, tubuh orang itu terpelanting jauh ke udara.
"Hal yang paling aku benci seumur hidupku adalah kalian yang suka menindas orang dengan kekuasaan. Sekali aku melihat kalian, akan kuajar kalian setiap kali!"
Lin Fan tersenyum dingin, lalu menerjang ke arah kelompok orang tersebut.
Bugh! Bukk! Brak!
Hanya dalam sekejap, tanah sudah dipenuhi oleh orang-orang yang mengerang kesakitan.
"Hebat sekali!"
Yan Feng bersorak kegirangan sambil melompat-lompat.
Lin Fan menatap orang-orang yang terkapar di tanah dengan pandangan datar, lalu berkata, "Kalian boleh memanggil bantuan, dan sebaiknya lakukan dengan cepat!"
Karena sudah datang, selesaikan saja semuanya sekaligus.
"Tunggu pembalasan kami!"
Orang yang pertama kali dipukul tadi menatap Lin Fan dengan penuh kebencian, lalu merogoh ponselnya.
Lin Fan tidak memedulikannya, ia berjalan ke samping dan menyalakan sebatang rokok bersama Yan Feng.
"Dewa Perang, apakah ini tidak akan jadi masalah? Anggota Aliansi Bela Diri sangat banyak dan kuat, bagaimana jika mereka mengerahkan pasukan dalam jumlah besar..." ucap Yan Feng dengan cemas.
Lin Fan langsung memotong perkataannya. "Banyak orang apa gunanya? Sekalipun ketua muda mereka datang hari ini, akan tetap kuhajar sampai mereka memohon ampun sambil menangis!"
Ia juga tidak tahu apakah Dongfang Xue sedang berada di ibu kota provinsi atau di tempat ini. Jika kebetulan ada di sini, pertunjukan ini pasti akan sangat menarik.
Pengaruh Aliansi Bela Diri di wilayah ini memang cukup kuat. Bagaimanapun juga, ini adalah provinsi dengan perekonomian besar, dan Aliansi Bela Diri juga mengeruk banyak keuntungan di sini, sehingga mereka menempatkan banyak orang.
Jika tidak demikian, Dongfang Xue tidak mungkin datang ke sini.
Tidak lama kemudian, beberapa mobil melaju kencang dan berhenti di lokasi.
Melihat orang-orang yang melompat turun dari mobil, Yan Feng terkejut bukan kepalang. "Dewa Perang, itu adalah Liu Weitao, penanggung jawab Aliansi Bela Diri di Kota Fengcheng. Dia sangat kuat."
"Seberapa kuat memangnya?" tanya Lin Fan acuh tak acuh.
Paling-paling hanya seorang Master bela diri!
Sebelum Yan Feng sempat menjawab, orang itu sudah melangkah mendekat dan berkata dengan suara dingin, "Kalian berdua yang sudah memukul anggota Aliansi Bela Diri kami?"
"Kenapa, anggota Aliansi Bela Diri tidak boleh dipukul?" tanya Lin Fan tenang.
"Bocah, sepertinya kepalamu sudah besar! Ya, anggota Aliansi Bela Diri sama sekali tidak boleh disentuh, terutama oleh sampah sepertimu!" cibir Liu Weitao dingin.
"Sampah?"
Lin Fan hampir tertawa. Ia tidak menyangka hingga hari ini, di tempat seperti Kota Fengcheng, masih ada orang yang meremehkan kemampuannya.
Apakah hancurnya Empat Keluarga Besar tidak membuat Aliansi Bela Diri menyelidiki penyebabnya sama sekali?
Bahkan Dongfang Xue saja tahu betapa menakutkannya dirinya, apakah anak buah wanita itu semuanya buta?
"Kenapa, hanya karena kamu adalah keturunan keluarga Lin yang dibuang, lalu kamu benar-benar merasa hebat setelah mengalahkan apa yang disebut Empat Keluarga Besar itu?" kata Liu Weitao meremehkan.
Di mata Aliansi Bela Diri, Empat Keluarga Besar sama sekali tidak ada apa-apanya, hanya sebuah lelucon.
Jika bukan karena urusan itu tidak merugikan mereka, mereka pasti sudah sejak lama turun tangan.
Hari ini, karena Lin Fan berani memukuli orang Aliansi Bela Diri, maka tidak perlu bersikap sopan lagi; hajar dulu baru bicara.
Tuan Muda Lin apa? Dia tidak lebih dari seorang tuan muda pecundang yang tak punya apa-apa!
"Lin Fan, kamu itu hanyalah sampah. Wajar saja kalau keluargamu dulu dibantai habis!" ucap Liu Weitao dengan keji.
Detik berikutnya, kemarahan yang membara mulai terpancar dari mata Lin Fan.